Angka Perceraian Semakin Meningkat, Ini Alasannya


  • Angka Perceraian Semakin Meningkat, Ini Alasannya
    Angka Perceraian Semakin Meningkat, ini Alasannya (Foto: Dok.Transtrudios Photography & Video)

        Pernikahan merupakan penyatuan antara sepasang pria dan wanita, namun jika bisa disatukan bisa pula perceraian dilakukan. Dilansir dari Republika.com Mahkamah Syariah Provinsi Aceh mengungkapkan bahwa angka perceraian di seluruh wilayah provinsi paling barat mencapai 6.090 yang mana sepanjang 2020 masih banyak istri yang sedang menggugat perceraian. Wapres Ma'ruf Amin tengah menekankan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan menggalakkan bimbingan konseling kepada pasangan yang hendak menikah.

    (Baca juga: Agar Hubungan Suami Istri Romantis, Lakukan Ini)

    1. Ekonomi

    masalah ekonomi membuat pasutri stress (Foto: Dok.merdeka/wavebreakmedia)

    Kondisi ekonomi memang sangat berpengaruh pada kehidupan pernikahan. Jika keuangan dalam suatu keluarga memburuk, akan memunculkan stress dimana konflik antar suami-istri biasanya terjadi.

    2. Perselingkuhan

    perselingkuhan alasan cerai (Foto: Dok.Liputan6.com/iStockphoto)

    Perselingkuhan juga kerap menjadi alasan umum dalam sidang perceraian. Tidak adanya lagi rasa cinta antar pasangan karena sudah bosan dan juga bisa terjadi karena adanya perubahan fisik yang membuat pasangan tidak lagi tertarik kepada pasangannya, sehingga pasangan mencari kesenangan ataupun kepuasan pada individu yang lain.

    (Baca juga: Apakah Wajar Merasa Bosan Dalam Hubungan?)

    3. Kurang Komunikasi

    kurang komunikasi alasan cerai (Foto: Dok.Kumparan.com/Shutterstock)

    Komunikasi merupakan kunci dari kelanggengan maupun kebahagiaan dalam berhubungan. Kurangnya komunikasi akan membuat pasangan sulit memahami pasangannya sendiri dan akhirnya jika ada masalah selalu tidak terselesaikan dan terpendam.


        Berakhirnya sebuah pernikahan, terjadi karena tidak siapnya individu dalam menjalani kehidupan saat menikah. Banyak situasi tak terduga yang bisa saja terjadi setelah menikah. Bukan berarti kita harus takut untuk menikah, tetapi ditekankan lagi, perlu bagi setiap pasangan untuk menjalani pematangan mental maupun individu dari segala aspek yang berhubungan dengan situasi setelah menikah ini. Angka Perceraian bisa mereda jika digerakkan penggalakkan bimbingan konseling kepada pasangan yang hendak menikah.


    (Penulis: Ellys Natalia)

  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Sabai Dieter Mei 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles