Apakah Pakaian Membawa Virus Corona?


  • Apakah Pakaian Membawa Virus Corona?
    Segeralah ganti dan cuci pakaian setelah menggunakannya beraktivitas di luar ruangan. (Foto:Dok. Drobotdean/Freepik)

    Sebagaimana diketahui, virus corona merupakan salah satu jenis virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini bisa menyerang siapapun, pria, wanita, dewasa, muda, bahkan bayi pun bisa terserang penyakit ini. Beberapa bentuk upaya pencegahan penularan virus corona pun dilakukan, yaitu selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, melakukan physical distancing dan mengurangi aktivitas di luar rumah.


    Namun, jika kamu terpaksa harus keluar rumah untuk alasan yang penting, terapkan protokol keluar-masuk rumah selama pandemi virus corona, yakni dengan mengganti pakaian yang digunakan selama beraktivitas di luar ruangan. Cara ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah pakaian dapat membawa virus corona? Untuk mengetahui jawabannya, simak pemaparannya berikut ini!




    Apakah pakaian dapat membawa virus corona? 


    Pada dasarnya, virus corona dapat ditularkan melalui cairan saat seseorang yang terinfeksi virus ini yang ditandai dengan bersih atau batuk. Sebagaimana diketahui, virus corona dapat bertahan di luar tubuh manusia, seperti pada permukaan benda-benda. Lantas, apakah pakaian dapat membawa virus corona?


    Para peneliti dari National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) di Montana telah mempelajari berapa lama virus corona dapat bertahan hidup di atas kertas karton, plastik, dan baja, tetapi para peneliti belum memiliki informasi berapa lama virus corona dapat bertahan hidup pada kain. Berdasarkan penelitian Harvard Health mengatakan bahwa virus corona lebih mungkin bertahan di permukaan yang keras daripada permukaan yang lembut seperti kain. Menurut ahli penyakit menular Amesh A. Adalja, MD, di Johns Hopkins Center for Health Security di Maryland mengatakan bahwa dia tidak percaya bahwa pakaian dapat menjadi media yang efektif untuk penularan virus corona.


    Akan tetapi, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa virus corona dapat menularkan secara efektif melalui tetesan (bersin dan batuk) dari orang yang terinfeksi daripada melalui benda atau bahan yang terkontaminasi virus. Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa virus dapat bertahan hidup selama berjam-jam pada permukaan yang terbuat dari berbagai bahan atau material, termasuk pakaian. 


    Menurut Robert Amler, dekan Fakultas Ilmu dan Praktek Kesehatan di New York Medical College dan mantan kepala petugas medis CDC, mengatakan bahwa berapa lama virus dapat bertahan itu tergantung pada jenis kainnya. Dr. Janette Nesheiwat menjelaskan lebih lanjut, bahan spandex seperti poliester mampu menahan kuman lebih lama daripada material berbahan katun, tetapi perlu diingat semua jenis kain dapat terkontaminasi.


    Penelitian dari National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) mengungkapkan bahwa virus ini mampu bertahan hidup setelah dua atau tiga hari pada plastik dan stainless steel, selama 24 jam pada kardus dan empat jam pada tembaga (resleting, kancing dan perangkat keras pakaian lainnya yang terbuat dari bahan tembaga). 


    Meskipun beberapa ahli mengatakan bahwa virus dapat bertahan pada bahan kain, dan beberapa ahli lainnya mengatakan bahwa virus tidak dapat bertahan lama pada bahan kain, namun tidak ada salahnya jika kita selalu menjaga kebersihan pakaian. Menurut Saralyn Mark, pemimpin American Medical Women’s Association mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan pakaian dengan mencuci menggunakan detergen, dan bila perlu merendam pakaian di dalam air panas, serta segeralah mengganti pakaian setelah menggunakannya beraktivitas di luar ruangan. 


    Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta segeralah ganti dan cuci pakaian setelah menggunakannya beraktivitas di luar ruangan. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below