Tantangan Berkencan Di Era Modern


  • Tantangan Berkencan Di Era Modern
    Perkembangan dan kemudahan teknologi di era modern nyatanya berdampak pada budaya kencan, menciptakan tantangan baru bagi pejuang cinta. (Foto: Dok. Pexels)

    Di tengah perputaran teknologi yang masif, dating scene juga terkena dampaknya. Menyeleksi calon pasangan kini bisa semudah memilih opsi makanan di restoran cepat saji. Percaya atau tidak, kemudahan ini justru menimbulkan tantangan baru.


    Dalam buku Paradox of Choice: Why More is Less karya psikolog Barry Schwartz, ia menjelaskan bahwa pilihan yang terlalu banyak bisa meningkatkan depresi dan kegelisahan. Bahkan ia juga menekankan bahwa pilihan tak lagi membebaskan, melainkan melemahkan. Mungkin ini alasannya kamu sering meragukan calon pasangan.



    (Tantangan berkencan di era modern. Foto: Dok. Giphy)

    Dalam situasi yang instan dan serba cepat, di mana hubungan dan jadwal kencan bisa dengan mudah diciptakan, tantangannya justru berada pada proses. Apakah hubungan tersebut jadi sesuatu yang nyata atau hanya sekadar pemuas rasa ingin tahu?


    Kemudahan akses untuk memilih ini akhirnya kerap membuat seseorang dipenuhi pertanyaan mungkinkah kamu bisa menemukan orang yang lebih baik. Bisa saja kamu melepaskan orang yang tepat demi memuaskan rasa penasaran hingga akhirnya proses dating terasa kian melelahkan.



    (Tantangan berkencan di era modern. Foto: Dok. Giphy)

    Namun, bukan berarti kesempatan cinta yang tercipta secara online adalah hal buruk. Kamu tak harus menjauhi online dating, namun perkaya diri dengan pengetahuan, ekspektasi realistis, dan self-compassion, agar kamu bisa terhindar atau meminimalisir perangkap saat berkencan di era modern tanpa harus merugikan rasa percaya diri dan kesehatan emosional.