Hindari 20 Ingredients Ini Dalam Produk Kecantikan


  • Hindari 20 Ingredients Ini Dalam Produk Kecantikan
    Saatnya double check produk-produk kecantikan yang kamu miliki dan lebih picky saat membeli yang baru, (Foto: Dok. Shiny Diamond/Freepik.com)

    Mereka kerap terpampang di daftar ingredients produk perawatan kecantikan. Ironisnya, mereka juga punya dampak negatif bagi kulit dan kesehatan. Tingkatkan ‘skintellectual’ kamu dan hindari formula berbahaya berikut.


    #1 FORMALDEHYDE

    Dampak Kesehatan: Masuk dalam kategori zat karsinogen yang menimbulkan reaksi alergi, iritasi mata, gangguan sistem pernapasan, serta menyebabkan pertumbuhan sel kanker.



    Ditemukan Dalam: Produk kimia pelurus rambut, nail polish, lem bulu mata. 


    #2 CARBON BLACK

    Dampak Kesehatan: Telah diklasifikasi sebagai zat beracun di mana jika sering menghirupnya akan menyebabkan peradangan pada hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

    Ditemukan Dalam: Pigmen yang digunakan pada eyeliner, maskara, dan lipstik.


    #3 MINERAL OIL/PARAFFIN

    Dampak Kesehatan: Berisiko tinggi menyumbat pori-pori, memicu breakout, dan memiliki dampak yang serupa dengan zat karsinogen.

    Ditemukan Dalam: Lip gloss, concealer, eyeshadow, tabir surya, dan cleansing balm.

     

    #4 SILOXANES

    Dampak Kesehatan: Dikenal sebagai cyclical silicone yang diklaim dapat mengganggu fungsi endokrin, hormon, menghambat kesuburan, serta berdampak buruk bagi lingkungan.

    Ditemukan Dalam: Pelembap kulit, produk perawatan untuk rambut kering, dan deodoran.


    #5 TRICLOSAN

    Dampak Kesehatan: Bahan antimikroba yang membuat kulit menjadi kering dan sensitif serta menyebabkan gangguan pada hormon tiroid dan reproduksi. Hasil penelitian University of California Davis pun menunjukkan bahwa kandungan ini berpotensi merusak fungsi otot.

    Ditemukan Dalam: Deodoran, obat kumur, hand sanitizer, pasta gigi, dan shaving cream.


    #6 DIBUTYL PHTALATES

    Dampak Kesehatan: Zat beracun tahap lanjut yang berpotensi mengganggu sistem endokrin dan reproduktif pria termasuk pubertas dini pada anak kecil.

    Ditemukan Dalam: Kerap dijadikan sebagai pelarut serta penguat aroma parfum dan pengerat dalam cat kuku.


    #7 PARABEN

    Dampak Kesehatan: Beberapa penelitian medis menemukan jejak paraben dalam sampel jaringan kanker payudara.

    Ditemukan Dalam: Kebanyakan kosmetik, body care, dan skin care.


    #8 TOLUENE

    Dampak Kesehatan: Pelarut beraroma yang dikenal juga sebagai metilbenzana atau fenilmetana. Kontak yang berkepanjangan dapat memicu dermatitis kulit dan kerusakan sistem saraf pusat (SSP).

    Ditemukan Dalam: Kuteks, cat rambut, dan produk perawatan kuku.


    #9 STEROID

    Dampak Kesehatan: Wajib digunakan sesuai dosis menggunakan resep dokter. Jika berlebihan akan menimbulkan efek samping pada kulit seperti penipisan, guratan merah seperti stretch mark, dermatitis, dan hipertikosis yaitu pertumbuhan rambut tak biasa pada kulit.

    Ditemukan Dalam: Krim dan losion pemutih.


    #10 MERCURY

    Dampak Kesehatan: Jenis air raksa yang dapat merusak sistem pencernaan dan ginjal, berdampak pada sistem saraf, serta membahayakan janin.

    Ditemukan Dalam: Produk pencerah kulit.


    #11 POLYETHYLENE GLYCOL (PEG)

    Dampak Kesehatan: Efek genotoxicity di dalamnya cenderung mengganggu susunan genetik yang menyebabkan kerusakan pada sel di dalam tubuh dimulai dari iritasi hingga keracunan.

    Ditemukan Dalam: Pelembap, primer, dan produk berbasis krim lainnya.


    #12 OXYBENZONE & OCTINOXATE

    Dampak Kesehatan: Iritasi kulit mulai dari ruam, berjerawat, dermatitis kontak, serta peradangan pada folikel kulit. Untuk kasus yang parah, ia dapat menurunkan kinerja sistem endokrin, hormon testoteron pada laki-laki, mutasi DNA, hingga kanker. Dapat pula mengancam eksosistem yang ada di dalam air jika terkontaminasi.

    Ditemukan Dalam: Produk perawatan kulit yang mengandung SPF seperti tabir surya, pembersih wajah, wewangian, hingga produk bayi.


    #13 METHYLISOTHIAZOLINE (MIT)

    Dampak Kesehatan: Diduga memengaruhi komunikasi sel-sel saraf otak. Environmental Protection Agency (EPA) pun menegaskan bahwa kandungan ini sangat beracun bila digunakan di area kulit dan mata.

    Ditemukan Dalam: Produk pembersih wajah dan rambut, deterjen, all-purpose cleanser.


    #14 LEAD

    Dampak Kesehatan: Termasuk dalam logam berat yang dapat memengaruhi pengembangan otak anak-anak serta menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf dan kardiovaskular.

    Ditemukan Dalam: Lipstik, eyeshadow, blush, bedak, sampo, dan losion.


    #15 SYNTHETIC FRAGRANCES

    Dampak Kesehatan: Bahan kimia yang cenderung memiliki efek toksin pada tubuh dan mengakibatkan iritasi kulit, reaksi alergi, hingga masalah pernapasan.

    Ditemukan Dalam: Wewangian serta produk skincare dan kosmetik yang aromatik.


    #16 PFAs & PFCs

    Dampak Kesehatan: Bahkan kimia aktif yang diklaim dapat menurunkan efektivitas vaksin serta memicu penyakit tiroid hingga kanker.

    Ditemukan Dalam: Tabir surya, produk perawatan rambut, dan krim cukur.


    #17 TEFLON

    Dampak Kesehatan: Populer juga dengan sebutan Polytetrafluoroethene (PTFE) yang memberikan efek negatif pada hormon dan gangguan sistem reproduksi.

    Ditemukan Dalam: Produk anti-aging dan kosmetik karena memberikan tampilan kulit yang halus dan lembut.


    #18 RESORCINOL

    Dampak Kesehatan: Iritasi kulit dan disfungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam penelitian pada hewan, senyawa ini dinyatakan dapat mengganggu fungsi normal tiroid.

    Ditemukan Dalam: Produk bleaching dan pewarna rambut.


    #19 HYDROQUINONE

    Dampak Kesehatan: Seiring berjalannya waktu, senyawa aromatik ini dapat merusak lapisan luar dan dalam kulit dimulai dari penuaan dini, iritasi, hingga ochronosis di mana muncul bercak hitam atau biru yang menetap pada kulit. 

    Ditemukan Dalam: Krim pencerah kulit, pembersih wajah, dan pelembap.


    #20 ASBESTOS

    Dampak Kesehatan: Zat karsinogen yang sejenis dengan talc dan dapat berdampak buruk pada paru-paru hingga menyebabkan mesothelioma pleura atau kanker yang menyerang jaringan (selaput) paru-paru.

    Ditemukan Dalam: Produk yang bertekstur bubuk seperti eyeshadow, bedak wajah dan badan, hingga produk bayi.


    Sumber:

    Laporan Environmental Working Group (EWG). Kunjungi www.ewg.org untuk memahami lebih banyak kandungan yang dapat merugikan manusia dan ekosistem.


    *DISCLAIMER: Artikel ini juga terbit di majalah Her World edisi Maret 2020 dengan judul "Meet The Toxic 20"



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below