Atur Energi Untuk Hidup (Lebih) Bahagia


  • Atur Energi Untuk Hidup (Lebih) Bahagia
    Cara mengatur energi dalam hidup. (Foto: Dok. JustName/Pexels.com)

    Tahukah kamu, jika arti dari energi itu lebih dari sekadar kekuatan atau vitalitas kita untuk melakukan sesuatu, dan bukan hanya terbatas kaitannya pada kekuatan fisik dan emosional saja. Collins Dictionary menuliskan bawah arti dari energi adalah keteguhan dan antusiasme dalam melakukan sesuatu, di mana antusiasme adalah pola pikir kita yang memicu aksi dan inspirasi. Antusiasme adalah bentuk emosional yang paling menular dan dapat memberikan percikan besar terhadap sesuatu yang kita pikirkan.




    Kita semua pasti pernah berada dalam kondisi super lelah menghadapi pekerjaan, kesal pada pasangan, marah pada keadaan yang muncul tiba-tiba saat semua sedang baik-baik saja, atau bahkan merasa harus menunjukan senyuman palsu, padahal hati sedang murka dan merana.


    Semua kondisi itu bisa muncul dan memicu turun dan rendahnya energi dalam diri kita, bahkan tidak jarang secara spontan kita menyebut diri “aku sedang stres”. Atau lebih gawat lagi, semua kondisi penyebab rendahnya level energi kita, kita sebut dengan kata “stres”.


    Memang benar ada dua kubu energy level yaitu High Energy (kondisi energi sedang tinggi) dan Low Energy (kondisi energi sedang rendah). Berbagai kondisi di atas kenyataannya tidak berawal dari satu titik energi dalam diri kita. Seperti harmoni yang tercipta dari sebuah alunan lagu, diri kita pun memerlukan keseimbangan tingkat energi, yang bisa kita pelajari dengan lebih teliti dan lebih mengerti tuntutan fisik, hati, pikiran, dan spiritualitas kita.


    Ya, ada empat jenis energi, ke-empat sisi tersebut memiliki body energy masing-masing. Dengan mengerti sisi mana yang sedang jebol dan menurun, maka kita akan lebih mudah mengatasi dan menyeimbangkan kembali alunan harmoni dari tubuh dan diri kita.


    Empat Jenis Energi Dalam Diri

    Dua dunia yang berbeda, yaitu dunia meditasi dan dunia science (yang dalam hal ini diwakili oleh research yang dilontarkan The Energy Project by Tony Scwatrz) menyatakan ada empat jenis energi dalam diri, yaitu Energi Fisik, Energi Emosional, Energi Mental, dan Energi Spiritual.


    1. Energi Fisik: Kesehatan Fisik

    Fisik adalah energi dasar (foundation) dalam diri kita. Kita sering mendengar istilah ‘your body is your temple’ – memang benar, tubuh kita adalah aset utama yang harus kita jaga, agar kita bisa memiliki vitalitas yang cukup untuk menopang berbagai kegiatan dan mobilitas diri kita. Komponen utama dalam kesehatan fisik adalah: “Cukup tidur, tubuh yang aktif dan fit serta cukup olah raga, nutrisi yang baik, serta rentang istirahat yang berselang dalam satu hari (intermitten day rest)”.


    2. Energi Emosional: Kebahagiaan

    Rasa bahagia adalah kunci utama yang sering menjadi penyebab indahnya hari-hari kita atau bahkan sebaliknya, runtuhnya dunia kita. Energi emosional ini bukan hanya urusan hati dan cinta kepada lawan jenis atau pasangan, tetapi rasa bahagia yang bisa diciptakan dari berbagai kegiatan, di mana respon atau keputusan emosional kita adalah kunci dari energi ini. Dalam kondisi tertentu, keberanian sangat dibutuhkan untuk mengendalikan sisi energi yang satu ini. Interpretasi yang tepat dari energi emosional adalah: “Pengelolaan rasa dan emosi, yang terkait dengan keberhasilan atau performa yang tinggi”.


    3. Energi Mental: Fokus

    Ini adalah energi yang terkait dengan kewarasan (sanity). Orang yang berada di rumah sakit jiwa atau yang mengalami gangguan jiwa, pada dasarnya sedang mengalami kondisi yang tidak fokus. Tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana ilusi, tidak bisa membedakan mana saat ini dan mana kondisi awang-awang. Interprestasi nya adalah: “Kemampuan otak dan pikiran untuk bisa membedakan dan berpindah, antara hal yang taktis (jangka pendek) atau gambaran besar/big picture (jangka panjang)”.


    4. Energi Spiritual: Tujuan Hidup

    Hal terpenting dan sangat sering terabaikan dalam konteks kondisi dan energi adalah apresiasi dan rasa syukur. Saat ini menghadapi kondisi yang buruk, sering membuat kita secara otomatis berfokus pada masalah dan keadaan yang berada di luar kontrol diri kita.


    Kalau kamu pernah dengar kisah “si untung yang selalu beruntung” dia mengilustrasikan bahwa pada setiap kondisi apa pun, kita sebenarnya selalu beruntung, karena selalu ada hal yang baik, yang muncul dari sebuah kondisi. Namun karena kita tidak terbiasa melatih diri akan hal itu atau sedang terbakar rasa kesal, maka sering kita terjebak dalam situasi ‘manusiawi’.


    Yaitu kondisi dimana situasi mengendalikan perasaan dan respon kita seketika. Take a deep breath, things actually happened for a reason. Kalimat interpretasi yang tepat untuk hal ini: “Energi yang diperoleh dari melayani sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri” McNabs salah satu pengusung konsep hidup berkelanjutan, melalui The Energy To Be Me, mengajak kita untuk memilah keempat energi tersebut dan melihat setiap sisi dengan lebih teliti melalui Kalkulator Energi.


    Kalkulator Energi ini memiliki 9 sampai 10 pertanyaan untuk setiap jenis energi. Dengan mengerti titik pertanyaan mana yang membuat energi kita rendah atau turun, maka kita akan bisa mengembalikan keseimbangan dan harmoni dari diri kita. Lebih detail latihan dan pengertian dari Kalkulator Energi serta Pembaharuan Energi (Energy Renewal) bisa dilatih dan dipelajari melalui workshop Energy Management Virtual oleh Ghita Utoyo. (IG: @Ghita_Utoyo_and_Associates atau @ghitatah)


    Secara sederhana jika kita sedang merasa Low Energy, maka jawablah empat pertanyaan utama ini:

    1. Apakah secara fisik kamu cukup tidur, makan bernutrisi, dan cukup berolah raga? Ya/Tidak

    2. Apakah hubungan mu dengan orang lain sedang baik dan Anda sedang tidak mengalami mood swing? Ya/Tidak

    3. Apakah saat ini kamu bisa mengandalkan ingatanmu dan fokus dengan baik, terutama jika menghadapi perubahan? Ya/Tidak

    4. Apakah kamu mudah memaafkan dan merasa hidupmu memiliki arti? Ya/Tidak


    Tips Untuk Tingkatkan Energi

    Meningkatkan Energi Fisik

    • Makan teratur

    • Kombinasikan buah dan sayur

    • Minum minimal 6 gelas air atau minimal 2lt air sehari (jika Anda aktif maka 3lt air akan lebih baik)

    • Tidur selama 7-8 jam sehari

    • Olah raga 3 kali dalam seminggu


    Meningkatkan Energi Emosional

    Membina hubungan yang baik dan santai dengan orang sekitar kita

    • Mengenali moment mood swing

    • Punya teman/keluarga untuk bercerita jika sedang dilanda masalah

    • Belajar sesuatu yang baru misalnya belajar memasak, melukis

    • Melakukan self exploration di luar dari hobby


    Meningkatkan Energi Mental

    • Melatih kemampuan memori dan ingatan sering menghafal

    • Membina pikiran positif

    • Kreatif salam mencari kegiatan bila sedang bosan

    • Bermain puzzle atau brain quiz

    • Sering membaca


    Meningkatkan Energi Spiritual

    Membiasakan diri membantu orang lain dalam hal-hal kecil

    • Rutin bersentuhan dengan alam, misalnya pergi hiking, mencium bunga

    • Membina rasa bersyukur

    • Menjalankan hobi dan minat/passion

    • Bersedekah


    Kenalilah keempat energi dalam diri kita, baik fisik, emosional, mental, maupun spiritual. Saat energi sedang turun, cobalah identifikasikan, titik mana dari ke-empat energi di atas yang memicu rendahnya energi kamu. Semakin kamu terlatih untuk bisa menyeimbangkan keempatnya, semakin harmonis alunan energi dalam diri kamu. Isn’t it Beautiful?  


    (Penulis: Ghita Utoyo)


    PROFIL PENULIS
    Ghita Utoyo adalah seorang Professional Trainer, Coach, dan Motivator di dunia Leadership and People Development. Ia berkecimpung di dunia Marketing Communication selama 8 tahun dan 14 tahun berjalan di dunia Leadership Development, berpartner dengan banyak kien lokal dan global. Sesuai tagline Ghita Utoyo and Associates yaitu INSPIRATION • GROWTH • TALENT, Ghita juga sangat senang memberikan sharing dan motivasi kepada para corporate leaders dan generasi muda untuk bisa lebih meng-explorasi potensi menjadi individu yang lebih bernilai - bagi dirinya maupun sekitarnya.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below