Satu Dekade Berkarya, Ini Koleksi Terbaru Didit Hediprasetyo


  • Satu Dekade Berkarya, Ini Koleksi Terbaru Didit Hediprasetyo
    Di koleksi terbarunya, Didit Hediprasetyo berhasil membuktikan bahwa kain songket masih relevan di dunia mode internasional. (Foto: Dok. Didit Hediprasetyo)

    Bagi pencinta mode, tentu nama Didit Hediprasetyo sudah tak asing lagi. Dirinya merupakan salah satu perancang busana kebanggaan Tanah Air yang juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Passion Didit di dunia mode dan seni memang dimulai sejak dini. Ia mengawali studi di Parsons School of Design, New York dan melanjutkan pendidikannya ke Ecole Parsons, Paris sampai ia meraih gelar Bachelor of Fine Arts. Di luar pendidikan formalnya, ia juga gemar membuat sketsa, melukis, dan menangkap potret lingkungan. 


    (Rancangan adibusana yang elegan namun tetap wearable menjadi spesialisasinya. Foto: Dok. @didit.hediprasetyo/Instagram)




    Kreativitasnya memang mengalir alami. Saat masih menyandang status sebagai pelajar, Didit pun telah menerima Silver Thimble Award dari Parsons, tepatnya pada tahun 2006. Sepertinya ini turut memotivasi dirinya untuk semakin fokus di dunia mode. Tak berselang lama, pada tahun 2010 Didit berkesempatan untuk memeragakan koleksinya di Paris Fashion Week. Sejak awal debut, karyanya ini bahkan berhasil mencuri hati Carla Sozzani yang merupakan Creator of 10 Corso Como, sekaligus adik dari mendiang Franca Sozzani, Editor in Chief Vogue Italia pada saat itu. 


    Sekilas Koleksi Fall/Winter 2020

    10 tahun telah berlalu, dan sampai saat ini Didit tetap konsisten memamerkan kreasi rancangannya di salah satu perhelatan mode paling bergengsi itu. Merayakan anniversary-nya yang ke-10, Didit memiliki misi untuk mendalami masa lalunya dan menyesuaikan kembali dengan momen sekarang, sambil menyongsong masa depan. Filosofi ini membuat desainnya tak lekang oleh waktu. 


    Tak hanya itu, dipicu oleh batasan-batasan saat ini yang justru menggerakkan imajinasi, koleksi couture fall 2020-nya didedikasikan untuk para perempuan yang menerima tantangan hidup sebagai kesempatan untuk refleksi diri, self growth, dan self-love


    (Walau siluetnya body-hugging dan bertema evening wear, namun gaun-gaunnya juga fleksibel untuk dipadupadankan dengan gaya yang lebih kasual. Foto: Dok. Didit Hediprasetyo)

    Walaupun namanya besar di mancanegara, namun Didit tak pernah melupakan warisan tanah kelahirannya. Selain menggunakan material premium seperti kanvas, satin duchesse, dan silk jersey, kali ini ia juga menampilkan songket Indonesia sebagai highlight dari koleksinya. Dengan brilian ia “menyulap” songket menjadi busana yang universal dan modern. Kain tradisional ini ditampilkan dalam potongan serta siluet grafis yang stylish dan sensual. 



    (Siapa sangka kain songket bisa tampak begitu kontemporer dan stylish? Foto: Dok. Didit Hediprasetyo)

    (Visualisasi dari definisi gaya feminin-maskulin. Foto: Dok. Didit Hediprasetyo)


    Detail-detail dalam rancangannya menunjukkan craftsmanship yang tinggi dan berbeda dari sebelumnya. Terdapat keseimbangan yang presisi antara energi feminin dan maskulin. Hal ini bisa dilihat dari palet warna berpasangan yang sekaligus saling kontras, antara rona gelap dan terang. Koleksinya mencakup evening wear dan gaun yang penuh pernyataan, sampai structured dress suits yang powerful. Sungguh menjadi inspirasi gaya. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below