Review Film : 'Makmum'


  • Review Film : 'Makmum'
    Film Makmum yang menegangkan. (Foto:Dok.MD Picture/YouTube)


    Film horor 'Makmum' merupakan adaptasi dari film pendek Riza Pahlevi berjudul sama yang sukses dua tahun lalu. Di versi panjangnya, Riza turut menjadi penulis naskah bersama Alim Sudio dan Vidya Talisa Airestya. 

    Sementara, sebagai sutradara, Hadrah Daeng Ratu mengeksplorasi lebih jauh kengerian akan bagaimana rasanya 'dihantui' oleh makhluk yang kerap mengganggu kala ibadah/salat malam. Sesuai judulnya, ia bertindak sebagai 'makmum', jamaah dari orang yang diganggunya. 



    Diproduksi Blue Water Films dan Dee Company, film ini berhasil memberi ketegangan, kengerian dan ketakutan lewat momen-momen penampakan. 

    (Baca Juga: Film Horor ini Bakal Bikin Bulu Kuduk Merinding)

    Film ini dibuka dengan adegan latar pesona alam di suatu pedesaan, yang kemudian menggiring penonton untuk menyimak suasana asrama yang tua.

    Jika dalam versi pendek film 'Makmum' hanya berpusat pada seorang remaja bernama Sayyidah yang sendiri di asramanya, di versi panjang film ini cerita berpusat pada tiga remaja Nurul (Tissa Biani Azzahra), Putri (Adilla Fitri) dan Nisa (Bianca Hello). 

    Mereka dikisahkan menjalani hukuman karena nilai jelek. Di asrama ini juga tinggal kepala asrama lama, ibu Kinanti (Jajang C. Noer) dan Slamet (Arief Didu). Keduanya bertabiat baik, sangat berbeda dari kepala asrama baru Rosa (Reni Yuliana).

    Masalah mulai muncul ketika terjadi berbagai gangguan, dan roh jahat yang terus merasuki tubuh Putri siang dan malam. Rasa panik dari Nisa dan Nurul tak berhasil membuat Rosa bergeming dan menyadari adanya kejanggalan.

    (Titi Kamal hadir di asrama.Foto:Dok.MD Picture/YouTube)


    Alur cerita lalu mengalir hingga mengintip kehidupan Rini (Titi Kamal) seorang alumni asrama yang menjalani profesinya sebagai pengurus jenazah dengan hidup yang pas-pasan. Berkomunikasi dengan 'mahluk' lain jadi hal yang tak lagi menyeramkan baginya. Rini sempat terpikir untuk mengabdi di asramanya dulu, dan itu terwujud ketika pak Slamet yang memintanya kembali untuk menjadi pengasuh. Meski bayang-bayang dari peristiwa kebakaran masa lalu di asrama membekas di tangan dan pikirannya, Rini mengikuti permintaan.

    (Baca Juga: Review Film: 'Us')

    Hadirnya Rini sebagai kakak asuh untuk tiga remaja asrama secara perlahan membuka teka-teki yang selama ini ada. Ditambah dengan hadirnya Ustaz Ganda (Ali Syakieb) yang hadir di tengah-tengah mereka untuk mengusir 'Makmum' dari asrama itu.

    Sepanjang 95 menit film ini berlangsung, sang sutradara tampaknya sengaja memilih suara halus 'Allahuakbar' yang dilantunkan 'Makmum' jadi suara pendukung yang buat suasana jadi menakutkan dibandingkan alunan musik menegangkan pada film itu. Hal ini menjadi pembeda sekaligus daya tarik dari film ini. 

    Kalaupun ada adegan yang dirasa kurang pas, mungkin saja terjadi karena fokus kisah yang bertuju pada pembongkaran sosok 'Makmum' selama ini dengan durasi yang lebih panjang. Dan, meski alur ceritanya sedikit terbaca, 'Makmum' setidaknya berhasil membangun rasa penasaran untuk menontonnya sampai akhir.

    Film 'Makmum' tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Agustus 2019.





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below