Review Film: 'Fast & Furious: Hobbs & Shaw'


  • Review Film: 'Fast & Furious: Hobbs & Shaw'
    Menjadi spin off dari seri Fast & Furious, kisah Hobbs and Shaw masih mengusung aksi menegangkan dan balapan yang memacu adrenalin. (Foto: Dok/imdb.com)


    Spin-off dari franchise 'Fast & Furious, Hobbs & Shaw' mempertemukan kembali karakter Luke Hobbs (Dwayne 'The Rock' Johnson) dan Deckard Shaw (Jason Statham). 

    Keduanya punya chemistry yang kuat di seri sebelumnya. Di film ini, keduanya kembali memberi suguhan terbaik dengan aksi menegangkan sepanjang film, serta diiringi soundtrack yang juga tak kalah asiknya. 



    Namun, yang tak kalah mencuri perhatian adalah tampilnya adik Shaw, Hattie (diperankan Vanessa Kirby) yang menjadi sentral cerita, dan akting mengesankan dari Idris Elba sebagai antagonis Brixton Lore. 

    (Baca juga: Review Film: The Lion King) 

    Film Fast & Furious: Hobbs & Shaw dibuka dengan pengenalan tokoh adik Shaw, Hattie yang bertindak sebagai agen rahasia. Dalam satu insiden yang membahayakan nyawanya, ia terjebak dan menjadi buronan. 


    (Fast & Furious: Hobbs & Shaw. Foto: Dok/UniversalPictures) 


    Sementara, di tempat berbeda, Hobbs di AS, dan Shaw di Inggris mendapat tawaran pekerjaan baru. Pekerjaan yang mempertemukan lagi keduanya dengan kasus yang dialami Hattie. Musuh mereka sama, yakni Brixton Lore (Elba) yang kuat bak terminator. 

    Meski sama-sama lihai, Hobbs dan Shaw punya kepribadian dan karakter yang berbeda. Hobbs adalah yang klasik, kasar, dan sedikit liar. Sementara, Shaw lebih rapih, penuh taktik dan lebih hati-hati. 

    Satu persoalan menggiring keduanya yang tadinya bertentangan untuk saling bekerjasama. Menyelamat Hattie sekaligus dunia. Dan untuk itu mereka tak sungkan untuk baku hantam, balapan penuh risiko, dan aksi menegangkan lainnya sepanjang film. 

    Meski sama-sama kuat dan tak terkalahkan, Brixton adalah lawan yang juga tak kalah tangguh. Mereka kewalahan dan kembali mencari siasat baru untuk melawan. Berhasilkah Hobbs dan Shaw kali ini? 

    Lebih menegangkan 

    Berdurasi hampir dua setengah jam, film Fast & Furious: Hobbs & Shaw berpotensi untuk membosankan. Namun, itu tidak terjadi berkat penggarapan yang maksimal dan matang. 

    (Fast & Furious: Hobbs & Shaw. Foto: Dok/UniversalPictures) 


    Meski mengutamakan aksi, alur cerita masih punya benang merah dengan franchise yang dibawa Fast & Furious, yakni ikatan kekeluargaan. Hobbs dengan putrinya, sementara Shaw dengan ibu dan adiknya. Sembari menyelesaikan masalah, keduanya juga berdamai dengan permasalahan keluarga yang mereka hadapi. 

    Bukan Fast & Furious namanya jika tidak membuat aksi ekstrem yang membuat nafas tertahan. Di film kali ini pun, hampir semua aksi yang ada dibuat semaksimal, dan seekstrem mungkin. Dari mulai perkelahian tanpa senjata hingga menggunakan kapak dan senjata tajam lainnya. 

    Yang menjadi suguhan terbaiknya bisa jadi kala balapan mobil dengan helikopter di tepi jurang. Aksi Hobbs yang menunjukkan kekuatannya sekilas akan mengingatkan pada aksi Captain America yang menahan heli dengan tangan. 

    Dengan rentetan aksi menegangkan, musik sebagai pelengkap seolah menjadi pendukung yang asik. Berkat musik juga mood film dijaga dari awal hingga akhir. 

    Menonton film Fast & Furious: Hobbs dan Shaw pada akhirnya tak lagi memedulikan alur cerita. Semua memberi aksi terbaik dan memuaskan. Baik The Rock maupun Statham hingga yang patut dan paling mencuri perhatian Idris Elba. 

    Film 'Fast & Furious: Hobbs & Shaw' tayang di bioskop Indonesia mulai 31 Juli 2019. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below