7 Langkah Efektif untuk Jalin Kedekatan dengan Anak


  • 7 Langkah Efektif untuk Jalin Kedekatan dengan Anak
    Foto: Dok. Wang TomC123RF.com

    Tiap orang tua selalu ingin dekat dengan anaknya. Oleh sebab itu, diperlukan bonding time yang berkualitas untuk bisa meningkatkan koneksi batin dan kedekatan emosional antara ibu, bapak, dan sang buah hati. Berikut adalah tujuh aktivitas menyenangkan yang bisa kamu lakukan untuk menciptakan hubungan tersebut. Dijamin, meski kesibukan terus melanda, kamu tetap bisa menghabiskan waktu bersama sambil menyisipkan misi ‘bonding’ yang ingin dicapai. Let’s have fun!

     

    1. Menyiapkan sarapan dan bekal bersama



    Membiasakan anak melihat apa yang kita masak dan makan adalah cara paling baik untuk menanamkan pemahaman bahwa nutrisi terbaik selalu berawal dari rumah. Oleh sebab itu, jika ingin anak kita membiasakan makan sayur dan buah sejak kecil, maka orangtua juga harus makan sayur dan buah di depannya sesering mungkin. Parents are the best role model. Sarapan itu penting karena mendukung 30% pemenuhan energi harian anak sepanjang hari. Nah, untuk itu, coba ajak anak untuk menyiapkan Sarapan dan bekal bergizi seimbang bersama-sama. Sambil bisa membuat hubungan makin dekat, kita juga bisa sekaligus mengajaknya berbincang tentang pentingnya makan makanan yang baik bagi tubuh.


    2. Membiasakan saling bertukar cerita

    Sejak kecil hingga remaja, anak akan mengalami perubahan perasaan sejalan dengan aktivitas harian dan proses tumbuh kembangnya. Oleh sebab itu, biasakanlah bertanya tentang perasaannya “Bagaimana hari ini? Ada yang seru?”, “Tadi senang tidak?”, “Lagi kenapa? Kok kamu kelihatan sedih?”, dan lain sebagainya. Dengan perhatian kecil seperti ini, anak akan merasa sangat diperhatikan dan dipedulikan. Mereka pun akan merasa penting untuk orangtuanya. Di sini lah mereka akan merasa selalu perlu membuka diri dan melakukan hal yang sama saat orangtuanya tampak kesulitan. Take and give acts will follow.


    3. Olahraga Bersama

    Saat akhir minggu tiba, sempatkan olahraga dengan suami dan anak-anak. Selain bisa mengajarkan sportivitas di jenis-jenis olahraga pertandingan seperti badminton, basket, atau adu lari yang dilakukan sambil bersenang-senang, jiwa dan raga anak juga jadi lebih sehat dan gembira karena kegiatan ini dilakukan dengan orang tua mereka sendiri. Mereka pun jadi lebih percaya diri dan terbuka nantinya saat berolahraga di sekolah. Fun, superhealthy, and perfect untuk dijadikan agenda mingguan keluarga.


    4. Berbincang sebelum tidur

    Kalau anak masih kecil, biasakan pillow talk sebelum tidur. Tanya atau ceritakan apa saja yang kiranya bisa memancingnya bicara karena lambat laun ia akan merasa semakin nyaman dengan orangtuanya dan terbiasa menceritakan segala luapan emosi saat beranjak dewasa. Sedih, senang, hingga marah, bisa mereka ceritakan tanpa diminta. Di sini lah bonding time paling berkualitas bisa terpupuk dan jadi kebiasaan baik yang dapat terus dibawa sampai tua.


    5. Sering menyampaikan kalimat ‘I love you’

    Semua orang berhak tahu bahwa mereka dicintai. Begitu pula seorang anak. Oleh sebab itu, membiasakan menyatakan ‘aku mencintaimu’ adalah hal paling sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat seorang anak emotionally secured.


    6. Bermain Permainan Edukatif

    Ada bermacam permainan yang sengaja dirancang untuk orangtua dan anak-anak. Beberapa diantaranya adalah board games (Monopoly, Pie Face, Operation, etc), ular tangga, halma, hingga puzzle. Mainlah bersama saat semua sedang ada di rumah. Sebab anak akan merasa senang dan menjadikan momen ini sebagai momen kebersamaan yang bisa diingatnya sampai tua.


    7. Memberinya dukungan dan apresiasi

    Anak akan sangat senang saat keluarganya datang untuk melihat pentas seni yang dilakukannya, lomba olahraga yang diikutinya, atau kegiatan apa pun yang sifatnya performing. Di sini, anak akan merasa diperhatikan karena orangtuanya mau meluangkan waktu untuknya. Kepercayaan diri mereka pun akan lekas meningkat sehingga prestasi akan lebih mudah diraih. Dari sisi orangtua, ayah dan ibu juga bisa melihat perkembangan dan daya juang anaknya. Apa yang masih harus ditingkatkan dan apa yang sudah baik. Jangan lupa pula. Puji mereka atas apa yang dilakukannya. Ini penting untuk membesarkan hati anak dan meminimalisir kekecewaan jika mereka gagal. Be their home always. Sebab pencapaian tak melulu soal piala atau juara, melainkan proses belajar yang harus terus didukung dan diberi apresiasi. 






 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below