'Blue Light', Bahayakah untuk Kulit?


  • 'Blue Light', Bahayakah untuk Kulit?
    Sinar biru, satu lagi sinar yang patut diwaspadai selain ultraviolet. (Foto: Dok. Austin Guevara/Pexels.com)


    Sinar UV dan berbagai mitos-faktanya tentu sudah tak asing lagi bagi kita. Namun banyak yang belum mengetahui bahwa sinar UV ternyata bisa terlihat karena memiliki panjang gelombang yang bisa ditangkap oleh jendela optik. Mata manusia hanya mampu melihat cahaya dengan panjang gelombang 400nm (nanometer) sampai 760nm.




    Apa itu Blue Light?

    Nah, blue light termasuk dalam kategori visible light (cahaya yang dapat terlihat mata) karena memiliki panjang gelombang 415nm-455nm. Selain berasal dari matahari, blue light juga dihasilkan oleh berbagai perangkat elektronik di sekitar kita, mulai dari lampu, komputer, tablet, hingga ponsel. Paparan berlebih dapat menimbulkan risiko terkena penyakit mata, seperti iritasi hingga yang cukup serius misalnya katarak. Lalu bagaimana efeknya untuk kulit? 


    Dampak Blue Light untuk Kulit

    Blue light memiliki energi tinggi yang efektif untuk membangkitkan mood dan fungsi kognitif. Di sisi lain, paparan blue light dalam jangka panjang dan terkonsentrasi, dapat berujung pada kerusakan kulit. 

    Sebenarnya radiasi blue light yang dipancarkan oleh gadget hanya merupakan fraksi kecil dibandingkan dengan yang ada pada sinar matahari. Namun gadget lebih dekat dengan keseharian kita, pemaparan jarak dekat inilah yang membuat efeknya lebih kuat. Jika dibiarkan saja, paparan blue light yang konstan ini dapat menyebabkan penuaan lebih dini. Awalnya mungkin hanya sebatas membuat wajah terlihat lebih lelah dan mata berkantung. Lama-kelamaan gejala photo-aging yang meliputi berkurangnya elastisitas kulit, kerutan, dan hiperpigmentasi pun mulai tampak. 


    Solusi untuk Kulit

    Di era serba modern dan digital ini, kontak langsung dengan blue light rasanya sudah tak terhindarkan lagi. Namun kita tetap bisa mengurangi dampak buruknya untuk kulit dengan beberapa langkah berikut:


    #Blue Light Filter

    Pasang di semua gadget Anda untuk meminimalisir radiasi blue light. Mata dan kulit Anda akan sedikit terselamatkan. Beberapa tipe smartphone, seperti Samsung, memiliki fitur blue light filter yang dapat langsung di-klik untuk mengaktifkannya. Jika menggunakan iPhone, kamu bisa mengaturnya di pilihan Display, lalu ubah menjadi cahaya hangat di Night Shift. 


    #Andalkan Produk Antioksidan

    Secara alami, kulit sudah memiliki komponen antioksidan seperti vitamin E. Namun pelindung alami tersebut rentan akan kerusakan ketika terkena radikal bebas, sinar UV, juga blue light. Dengan mengaplikasikan antioksidan topikal yang dipenuhi oleh vitamin C dan E, dampak buruknya dapat jauh terminimalisir. 


    Paula’s Choice RESIST Super Antioxidant Serum Rp845.000




    Skin Dewi Helychrisum Brightening Vitamin C Treatment Rp1.035.000



    Kypris Natural Antioxidant Dew Facial Serum Rp1.489.000




    #Gunakan Formula Sunscreen Menyeluruh

    Kebanyakan tabir surya tidak memberikan perlindungan terhadap blue light. Mulai sekarang, carilah Anda kandungan iron oxide dalam sunscreen yang mampu melindungi kulit dari visible light. Berikut beberapa pilihannya.


    Murad City Skin Age Defense Broad Spectrum SPF 50 PA++++




    BareMinerals Complexion Rescue Defense Radiant Protective Veil



    Supergoop! Unseen Sunscreen Broad Spectrum SPF 40, Rp229.000