5 Pesan Romantis Agar Cepat Baikan Setelah Bertengkar


  • 5 Pesan Romantis Agar Cepat Baikan Setelah Bertengkar
    Usai bertengkar dengan pasangan, cara terbaik adalah mencari solusi agar tidak berlarut-larut. Tapi bagaimana caranya? (Foto: Dok/BestLife)


    Banyak pasangan yang menghindari pertengkaran karena enggan menghadapi suasana canggung sesudahnya. Berantem saja sudah tidak menyenangkan, apalagi jika merasakan apa yang terjadi sesudahnya. Ketika kemarahan kamu sudah mereda, siapa yang harus menegur lebih dulu?

    Biasanya, pihak yang merasa bersalah yang melakukannya, diikuti oleh pihak lainnya karena bisa jadi kamu berdua punya andil dalam penyebab pertengkaran itu. Namun tak jarang, pihak yang bersalah pun enggan meminta maaf karena gengsi.

    Kalau kamu merasa canggung untuk menegur terlebih dulu, sebenarnya ada cara yang bagus untuk melakukannya, yaitu melalui pesan SMS atau Whatsapp. Tidak ada salahnya meminta maaf melalui pesan WA yang diikuti dengan sedikit kata-kata romantis, bukan hanya untuk menyatakan penyesalan tetapi juga untuk mengingatkan bahwa kamu cinta padanya. Bukan tak mungkin pasangan langsung luluh mendengar pernyataan kamu, kan?

    (Baca juga: Tips Berpacaran dengan Pria Takut Komitmen)

    Yang tak kalah penting dengan isi pesan kamu untuk pasangan adalah, kapan kamu harus mengirimnya. "Normal saja kalau kamu atau pasangan kamu ingin sendiri dulu setelah berantem," kata Kali Rogers, pendiri Blush Online Life Coaching. 


    (Kalau kamu merasa lebih baik berbicara melalui pesan teks, lakukan saja. Foto: Dok/Pixabay) 


    Alasannya, dengan menyendiri dulu kamu jadi punya waktu untuk mendapatkan perspektif tentang apa yang sebenarnya kamu rasakan. Selain itu juga untuk menerobos benteng pertahanan kamu dan memberi kesempatan untuk "Berlatih bagaimana kamu harus mengutarakan permintaan maaf," katanya.

    Setelah tahu apa yang ingin kamu sampaikan, Rogers menyarankan untuk menghubungi pasangan melalui pesan teks. "Mengirim SMS satu sama lain dapat mengembalikan hubungan kamu kembali normal. Itu bisa memperbaiki apa pun yang baru terjadi dan membantu kalian berdua kembali ke ritme semula," jelas Rogers. 

    Namun, hati-hatilah saat mengirim pesan, jangan sampai kamu memicu pertengkaran lagi melalui pesan tersebut. "Yang terbaik adalah menggunakan teks untuk pesan-pesan positif saja, karena pesan-pesan negatif bisa salah diartikan, atau bahkan meningkatkan pertengkaran," katanya.

    Bagaimana cara mengetahui kalau kamu sudah siap untuk menghubungi pasangan? Menurut Rogers, tunggu sampai kamu bisa mengingat kembali pertengkaran kamu tanpa merasa emosi lagi. Tanda-tanda kalau kamu masih emosi itu seperti, jantung mulai berdetak kencang, nada atau volume suara meninggi, pikiran mulai melaju, dan sikap defensif kamu juga muncul lagi. Rogers menyarankan agar kamu menunggu sampai benar-benar mampu berdamai dengan diri sendiri.

    Nah, sekarang setelah yakin sudah mampu melupakan kemarahan kamu untuk menghadapinya, apa yang harus kamu katakan? Kalau pertengkaran itu kamu sulit berbicara secara lisan, berikut beberapa saran tentang pesan untuk pasangan setelah bertengkar.


    (Siapa yang harus menegur terlebih dahulu habis berantem? Foto: Dok/BusinessInsider) 


    1. Ingatkan betapa berartinya ia untuk kamu

    "Hei, kamu. Aku sudah bilang apa belum, kalau kamu itu berarti banget buat aku? Aku sebal kalau kita berantem. Bisa enggak kita baikan? ”

    2. Tunjukkan kesalahan kamu

    “Sekarang ini aku mulai mengerti apa maksudnya, ‘Kamu menyakiti orang-orang yang paling kamu cintai’. Aku merasa enggak enak banget sudah bicara kurang baik kemarin. Bisa enggak aku menebusnya buat kamu?”

    3. Biarkan ia tahu bahwa kamu berdua bisa saling berbaikan

    Pesan untuk pasangan agar berbaikan juga bisa dilakukan dengan gaya bercanda. "Oke, udahan ya berantemnya. Bisa enggak kita mulai berbaikan sekarang? Kayaknya itu lebih menyenangkan."


    (Tidak perlu gengsi, karena yang penting kamu sama-sama belajar dari pertengkaran itu. Foto: Dok/WomenWhoHope)


    4. Pastikan bahwa perilaku kamu akan berubah

    "Aku bisa minta maaf berulang kali, tapi karena tindakan itu lebih penting daripada kata-kata, mungkin sebaiknya kamu lihat sendiri betapa menyesalnya aku sebenarnya."

    5. Minta maaf dengan tulus

    "Yang kamu bilang itu benar. Enggak ada akhir yang bahagia kalau enggak ada kamu. Maafkan aku, ya?"

    Sekali lagi, mungkin sulit untuk menjadi yang pertama menegur setelah berantem. Telan sedikit kesombongan kamu, karena tindakan kamu pasti sepadan dengan hasilnya nanti. Kalau kamu bisa mengirim pesan untuk pasangan agar cepat berbaikan setelah berantem, kenapa tidak?