5 Gejala Penyakit Diabetes yang Perlu Diwaspadai


  • 5 Gejala Penyakit Diabetes yang Perlu Diwaspadai
    Lelah, sering haus dan buang air kecil bisa jadi tanda-tanda diabetes yang patut diwaspadai. (Foto: Dok/MedicalNewsToday)


    Diabetes termasuk penyakit yang ditakuti, yang perawatannya membutuhkan perhatian khusus. Pada dasarnya, penyakit ini terjadi ketika gula darah terlalu tinggi untuk diproses oleh tubuh. Gula darah menetap di dalam aliran darah, yang makin lama bisa menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, ginjal, dan kebutaan.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention, 88 persen orang dengan kondisi pradiabetes (gula darah naik, tapi belum mencapai kadar diabetes sehingga tidak terlihat gejalanya) tidak tahu bahwa mereka mengalaminya. Hampir 25 persen orang dengan diabetes juga tidak sadar bahwa mereka sudah terserang penyakit ini. 



    Nah, kalau kamu memiliki faktor-faktor risiko, seperti overweight, jarang olahraga, sering makan tidak sehat, atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, kamu perlu mengetahui tanda-tanda diabetes berikut ini. 

    (Baca juga: 10 Cara Mencegah Diabetes)

    1. Kelelahan

    Untuk mengubah makanan menjadi bahan bakar, tubuh memecah apa yang kamu makan menjadi glukosa (sejenis gula) untuk digunakan sebagai energi. Untuk membantu tubuh menggunakan glukosa tersebut, pankreas memroduksi hormon insulin. Namun saat mengalami diabetes, tubuh menolak insulin. Artinya, kamu tidak menyerap glukosa sehingga energi menjadi berkurang. Hal inilah yang menyebabkan rasa lelah.


    2. Sering haus dan buang air kecil

    Saat tubuh tidak menyerap glukosa dalam jumlah yang cukup, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaringnya. Akibatnya, tubuh memroduksi lebih banyak urin, dan kamu jadi bolak-balik ke kamar mandi. Ketika kamu minum untuk mengatasi rasa haus, kamu juga jadi sering pipis. Siklus ini berulang terus.

    “Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, sebagian kelebihan gula tersebut tercurah keluar melalui urin yang diproduksi oleh ginjal, berikut air yang ada di dalamnya,” kata Braden Barnett, MD, ahli endokrinologi di Keck Medicine of USC, seperti dikutip dari laporan Forbes.

    “Hal ini meningkatkan frekuensi buang air kecil, di mana air dan gula dalam urin yang keluar dari tubuh menyebabkan dehidrasi.” 


    (Minum. Foto: Chatelaine)


    3. Sering kesemutan pada tangan atau kaki

    Kadar gula darah tinggi yang dialami dalam waktu lama bisa menimbulkan kerusakan saraf, atau neuropathy. Kondisi ini bisa menyebabkan kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa pada tubuh bagian luar. “Pembuluh darah yang sangat kecil dan lembut, serta saraf-saraf pada tangan dan kaki bekerja paling baik ketika gula darah normal. Mereka sangat sensitif pada kadar gula darah yang tinggi, yang bisa memicu kesemutan dan kebas itu,” kata Dr. Barnett.


    4. Berat badan menurun dan sering lapar 

    Meskipun diabetes sering dihubung-hubungkan dengan kondisi overweight, salah satu tanda pertama dari penyakit ini justru penurunan berat badan. Penyebabnya, tubuh tidak mendapatkan energi dari glukosa, sehingga mulai membakar otot dan lemak. Kemudian, karena tidak mendapat cukup energi dari makanan, kamu jadi ingin makan lebih banyak. Ini juga gejala diabetes yang perlu diwaspadai.


    (Lapar. Foto: WTOP)


    5. Penglihatan jadi kabur

    Diabetes perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan menurunnya penglihatan. Gula darah yang tinggi memengaruhi kadar cairan pada mata, yang membuatnya bengkak dan mata jadi sulit fokus. Seiring berjalannya waktu, pembuluh darah pada retina bisa menjadi rusak dan mengakibatkan masalah mata yang permanen. Menurut National Eye Institute, menurunnya penglihatan akibat diabetes adalah penyebab kebutaan di antara orang dewasa. 

    Kalau kamu mengalami beberapa gejala diabetes ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk melihat apakah kadar glukosa kamu perlu dicek dengan tes darah sederhana. Kondisi pradiabetes juga masih dapat ditangani, bahkan mungkin disembuhkan dengan perubahan gaya hidup seperti pola makan dan olahraga. Perubahan ini juga dilakukan pada perawatan diabetes, biasanya ditambah dengan pengobatan untuk mengatur kadar insulin.


    (Teks: Dini Felicitas)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below