Aktor Senior Torro Margens Meninggal Dunia


  • Aktor Senior Torro Margens Meninggal Dunia
    Aktor senior Torro Margens meninggal dunia Jumat (4/1). Kabar ini disampaikan putranya, Toma Margens lewat akun Instagramnya. (Foto: Dok/@tomamargens/Instagram)


    Aktor senior Torro Margens dikabarkan meninggal dunia, Jumat (4/1) di Sukabumi, Jawa Barat. Ia berusia 68 tahun. 

    Dihimpun dari sejumlah sumber, kabar duka itu disampaikan Toma Margens, putra Torro Margens lewat akun instagramnya @tomamargens. 



    "Minta maav atas semua kesalahan ayah @torromargens86 ya temen-temen. Ayah jam 00.45 tadi udah tenang dalam tidurnya gak ngerasain sakit lagi. Maavin atas semua kesalahannya biar beliau tenang menuju sisiNya. Amin," tulis Toma di postingannya. 

    Dikabarkan Torro Margens meninggal dunia karena sakit. 

    (Baca juga: Aktor Kawakan Rudy Wowor Meninggal Dunia)

    Lewat akun instagramnya, Toma juga mengungkapkan kronologi akan sakit yang dialami Torro Margens. Kata dia, ayahnya sedang syuting film di Yogyakarta dari 23 November hingga 22 Desember. Sewaktu di sana, Torro sempat sakit dan muntah darah lalu dibawa ke RS di Yogyakarta. 

    Pada 23 Desember pulang ke Jakarta dalam keadaan sehat lalu dibawa ke Sukabumi. Pada Kamis (3/1) malam Torro kembali alami muntah darah. Ia meninggal dunia pada Jumat dini harinya. 

    Ucapan duka dan belasungkawa pun disampaikan oleh sejumlah selebriti. Aktor dan presenter Darius Sinathrya salah satu di antaranya. Lewat instagramnya, Darius membagi kabar duka ini. 



    Mengenal sosok Torro Margens 

    Wajah Torro Margens menjadi sangat familiar buat publik, karena kerap muncul di berbagai film dan sinetron. Perannya didominasi antagonis dan selalu berhasil mencuri perhatian publik. Tahun ini, wajahnya muncul di fim Love For Sale (2018). Tahun lalu ia juga membintangi dua film yang cukup sukses seperti Night Bus dan Ruqyah: The Exorcism (2017). 

    Namun, jauh sebelum itu, pria yang lahir dengan nama Sutono Margono, pada 5 Juli 1950, di Paduraksa, Pemalang, Jawa Tengah ini sudah memulai karier di dunia film sebagai aktor dan sutradara sejak 1970-an. 

    Di antara film yang ia bintangi itu, ada Neraka Perempuan (1974), Malam Pengantin (1975), Ciuman Beracun (1976), Antara Surga dan Neraka (1976), Assoy, Sorga yang Hilang, Si Buta dari Gua Hantu (Duel di Kawah Bromo (1977), Goyang Sampai Tua, Sirkuit Cinta Margens, Akibat Godaan (1978), Anna Maria, dan Kau dan Aku Sayang (You and I My Love) (1979). 

    Bisa dibilang tahun 1970-an masa aktif Torro. Dan itu terus berlanjut ke tahun berikutnya, ketika ia bermain di film-film yang cukup populer, seperti Sirkuit Kemelut, Aduh-aduh Mana Tahan, Anak-anak Tak Beribu, dan Jajiku pada Dia (1980), Gondoruwo, Bercanda dalam Duka (1981), Perawan Rimba (1982), Sorga Dunia di Pintu Neraka, Pelayan Gedongan, dan Ken Arok Ken Dedes (1983). 


    Torro pernah menjajal peran sutradara dengan membuat film Bercinta dalam Badai (1984), Preman (1985), Menumpas Teroris, Yang Perkasa (1986), Pernikahan Berdarah (1987), Lukisan Berlumur Darah (1988), Cinta Berdarah (1989), Sepasang Mata Maut (1989), dan Prabu Anglingdarma I dan II (1990). 

    Di era 90-an, ia bermain di film Tutir Tinular III (Pendekar Syair Berdarah) (1992), Surgaku Nerakaku, Si Kabayan Mencari Jodoh (1994), dan Kuldesak (1997). 

    Pada 2000-an, Torro myang sudah berusia 50-an tahun masih terus berkiprah di dunia film. Ia membintangi Janus Prajurit Terakhir (2003), 9 Naga, Rantai Bumi (2006), The Wall (2007), Bebek Belur, Pengantin Pantai Biru (2010), Kalung Jailangkung, Tendangan dari Langit, Perempuan-perempuan Liar (2011), Drakula Cinta, 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu (2014), Mencari Hilal, Demona, Hantu Diskotik Kota (2015), Get Up Stand Up, Simfoni Satu Tanda, DPO (Detachment Police Operation), dan Catatan Dodol Calon Dokter (2016). 

    FTV dan Sinetron 

    Selain mengeluti dunia film, Torro Margens juga tercatat pernah bermain di film televisi dan sinetron. 

    Ia pernah terlibat dalam pembuatan FTV Rahasia Tuhan: Para Penggadai Nyawa, Rahasia Tuhan: Jagoan dari Langit (2016), dan Cermin Kehidupan: Bidadari Senin Kamis (2016). 

    Sementara, untuk sinetron, wajahnya menghiasi Bayangan Adinda, TV Misteri, Cinta tak Pernah Salah, Padamu Aku Bersimpuh, Hidayah, Rahasia Ilahi, Tukang Bubur Naik Haji the Series, Nirvana dan Utusan dari Surga.  



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below