7 Label Mode Lokal Indonesia yang Mencuri Perhatian


  • 7 Label Mode Lokal Indonesia yang Mencuri Perhatian
    Coier menjadi salah satu label lokal terbaru yang patut dilirik tahun ini (Foto: @coierofficial/Instagram)


    Tak dapat dimungkiri banyak desainer Indonesia yang semakin menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Selain mereka yang sudah memiliki nama seperti Rinaldy A. Yunardi, Tex Saverio, Dian Pelangi, dan Vivi Zubedi, Indonesia juga memiliki banyak perancang busana muda yang siap menyusul mereka.

    Berbagai brand pun terus bermunculan dengan koleksi busana maupun aksesori yang tak kalah modis dibanding para pendahulunya. Mengenakan koleksi mereka pun bisa menjadi bentuk dukungan terhadarap rasa cinta kepada Indonesia yang sebentar lagi berulang tahun ke-73.



    Berikut adalah tujuh label lokal dengan koleksi stylish yang patut dilirik.

    1. L’on

    Koleksi dari L’on menampilkan karakter unik yang dipengaruhi oleh persepsi personal yang konsisten terhadap seni. 'Am.Big.U.Ous' adalah koleksi terbarunya yang diluncurkan pada Juni 2018.

    Terinspirasi dari tekstur Bumi dan Alam, koleksi ini terdiri dari 80 potong pakaian dengan warna gelap hingga terang yang memiliki highlight hand embroideries, hand embellishments, material eksotis, batu kristal Swarovski dan renda. Menggunakan beragam warna gelap yang merupakan ciri khas L’on, koleksi ini disusun sedemikian rupa bagaikan sebuah karya seni.

    Setiap hasil rancangannya merupakan hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh tangan terampil serta bahan yang berasal dari Indonesia.


    2. Karai

    Label asal Surabaya ini menggunakan bahasa Jepang untuk nama labelnya ("kara" = dari, "i" = shibori). Keunikan dari koleksi brand Karai adalah selalu menggunakan teknik shibori yang dibuat dengan tangan.

    Koleksi pertamanya yang berjudul “Tsuru” terinspirasi dari baju tradisional Jepang. Inspirasi tersebut diaplikasikan di koleksinya dengan menggunakan motif bangau yang berarti pembawa kebahagiaan atau pesan dari dewa. Pada koleksi ini, diberikan juga sentuhan teknik spesial, yaitu sashiko pada motif awan dan pohon. 


    3. Eesome


    Nama Eesome memiliki arti menyenangkan bagi mata; menarik. Eesome adalah label pakaian lokal yang berpusat di Jakarta dengan gaya desain modern yang menggambarkan jiwa yang bebas.

    Koleksi spring 2018 kali ini berjudul “Escapade”, mengangkat makna kebebasan dari realitas lama tanpa rasa takut dengan tingkah laku riang. Warna yang digunakan dalam koleksi ini di antaranya adalah biru muda, biru navy, biru tua, krem, hitam, dan putih.  


    4. Enve

    Pada tahun 2016, Melisa mulai membuat labelnya sendiri setelah mempelajari mode di Sydney, Australia. Enve adalah label milik Melisa yang memiliki gaya desain sophisticated dan clean modern dengan sentuhan feminin yang memberikan kesan klasik serta menyenangkan.

    Terinspirasi dari daun di musim gugur dengan tekstur halus, kuat, dan memesona sehingga terbentuklah koleksi pre-fall 2018. Mulai dari atasan, celana, cardigan, dan gaun dengan menggunakan aksen renda, ruffle, slit, dan wrap yang dapat memberikan kesan anggun bagi pemakainya.


    5. Saroengan

    Jika label Indonesia masa kini lebih cenderung menggunakan kain yang tidak memiliki terlalu banyak print, berbeda dengan Saroengan. Label ini justru menggunakan motif kain sarung sebagai bahan pakaiannya. 

    Diolah menjadi berbagai bentuk busana, seperti kimono, celana kulot, gamis, A-line dress, hingga atasan dengan potongan dekonstruksi menjadikan 'sarung' yang biasanya identik dengan pria menjadi lebih modis dan juga bisa dipakai oleh wanita.


    6. Aldrè

    Untuk penggemar busana monokrom, koleksi busana dari Aldrè dapat menjadi pilihan yang tepat untuk kamu. Sebagian besar koleksinya menggunakan warna hitam dan putih, dengan sedikit sentuhan warna lain seperti abu-abu atau merah.

    Yang membuat label ini lain dari yang lain adalah penggunaan material dan potongan busananya yang selalu unik, seperti kemeja dengan tangan ekstra panjang, rompi dekonstruksi, dan obi yang terbuat dari rotan.


    7. Coier

    Coier memulai debutnya pada pertengahan tahun 2017 dan tergolong label eco fashion karena mereka menggunakan mesin jahit hemat energi dan kemasan produk yang berukuran kecil dan pas. Hasil dari penjualan Coier akan didonasikan ke panti asuhan dan panti jompo. Semua koleksi Coier adalah edisi terbatas, karena setiap rancangannya hanya dibuat sebanyak 48 produk.

    Koleksi terbarunya untuk fall winter 2018 bertajuk “Erode” telah diluncurkan pada bulan Mei lalu. Terinspirasi oleh dekonstruksionisme arsitektur, koleksi ini mengkaji sifat struktur dan fondasi. Terlihat dari siluet pakaian yang melambangkan bentuk radikal kebebasan dan kegerakan, serta potongan rajutan yang dijahit untuk menggambarkan modernitas disintegrasi. 

    (Teks: Elizabeth Michelle & Yolanda Deayu)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below