Terapi 'Fish Spa' Berisiko Kehilangan Kuku Kaki


  • Terapi 'Fish Spa' Berisiko Kehilangan Kuku Kaki
    Terapi 'fish spa' berisiko kehilangan kuku kaki. (Foto: freepik)

    BUAT yang menyukai perawatan kulit 'fish spa' atau ikan-ikan kecil untuk menghilangkan sel kulit mati di kaki, bisa jadi kini lebih waspada. Pasalnya, ikan untuk pedikur ini bisa menyebabkan onikomadesis, kondisi yang membuat kuku tanggal perlahan-lahan

    Mengutip laman Foxnews, baru-baru ini, seorang wanita berusia 20-an tahun dilaporkan kehilangan semua kuku kakinya setelah diduga menjalani 'fish spa'. 

    Ikan pedikur sendiri merupakan perawatan yang memakai ikan-ikan kecil di dalam bak air yang berfungsi memakan sel kulit mati pada kaki.



    Setelah menjalani perawatan ikan pedikur, wanita terebut mengaku kuku kakinya berhenti tumbuh dan kemudian kukunya mulai tanggal satu persatu. Awalnya, wanita itu mengira kalalu dia mengalami onikomadesis, suatu kondisi yang membuat kuku tanggal.

    Namun, setelah mengunjungi dokter dermatologi, kemungkinan besar keluhannya disebabkan oleh ikan pedikur.

    "Sementara ini proses medis yang membuat kuku tanggal belum sepenuhnya jelas. Tapi, tanggalnya kuku kemungkinan kuku mengalami traumatis karena ikan pedikur," kata Sheri Lipner, asisten profesor dermatologi di Universitas Colombia.

    Dia menambahkan bahwa kasus ini merupakan kasus pertama onikomadesis yang disebabkan oleh ikan. 

    "Saya tidak merekomendasikan ikan pedikur untuk tujuan medis atau estetika. Sebab selain onikomadesis, ada juga infeksi serius yang terkait dengan ikan pedikur," tegas Lipner.

    Lipner sendiri tidak akan mengungkapkan di mana wanita itu menjalani perawatan ikan pedikur. Tetapi, tercatat perawatan tersebut sudah dilarang setidaknya di 10 negara bagian Amerika Serikat karena sudah menyebabkan masalah kesehatan. 

    Dan wanita yang mengalami kuku tanggal di atas kemungkinan kukunya akan kembali tumbuh. "Namun, akan memakan waktu lama untuk tumbuh, rata-rata sekira milimeter perbulan," kata Lipner.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below