Anak Panas saat Puasa Ramadan, Apa Sebabnya?


  •  Anak Panas saat Puasa Ramadan, Apa Sebabnya?
    Anak Panas saat Puasa Ramadan, Apa Sebabnya?, (Foto: freepik)

    SEMUA orang yang menjalani puasa Ramadan pasti berharap puasanya berjalan lancar. Tapi, karena satu lain hal, katakanlah melewatkan sahur, biasanya seseorang mengalami masalah kesehatan, baik ringan dan berat,


    Salah satu keluhan yang biasanya muncul ialah panas dalam. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari RS Sint Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid, panas dalam mengacu pada penyakit di mana tubuh sedikit lebih sensitif terhadap panas, tenggorokan sakit, dan selalu haus. 




    Sebagian masyarakat yang mengeluhkan panas dalam kadang mengalami sariawan, tidak nyaman di pencernaan, dan bibir pecah-pecah. Apa sebabnya? Biasanya karena tidak teratur minum atau kekurangan minum air. Disarankan seseorang menjalani puasa harus meminum dua liter air, dan seseorang hanya minum air sedikit.


    “Selain itu, panas dalam bisa disebabkan beberapa kebiasaan kurang baik, seperti dan banyak beraktivitas sehingga keluar banyak keringat, juga rentan menyebabkan dehidrasi,” ungkapnya ditemui di Jakarta dalam diskusi “Puasa Nyaman Tanpa Panas Dalam” yang diselenggarakan Larutan Cap Kaki, baru-baru ini.


    Kekurangan asupan cairan akan menyebabkan beberapa gangguan. Selain menyebabkan dehidrasi, atau yang orang sebut panas dalam, kekurangan cairan dan mineral rentan menyebabkan tubuh lemas dan mudah terserang penyakit lain. 


    “Pada saat itu, tenggorokan kering maka bakteri atau virus akan mudah masuk ke dalam tubuh,“  jelas dr. Aswin.


    “Biasanya dari situ akan sudah mulai muncul gejala panas dalam. Gejala yang biasa dirasakan orang awam sebagai sumeng (suhu sedikit meningkat), kulit kering, bibir pecah, mulut kering, dan tidak nyaman di pencernaan.”


    Untuk itu, pastikan kamu mencukupi tubuh dengan minum, yakin 8 gelas sehari. Di mana 2 gelas awal diminum saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.


    Buat kamu yang sedang mengajarkan anak puasa, penting sekali memerhatikan hal ini. Sebab jika tidak anak, anak bisa mendadak panas saat menjalani puas. Hal ini tentu merupakan salah satu gejala dari panas dalam. Alih-alih kamu ingin mengajarkan anak puasa, justru bisa membuat anak sakit. 



    “Jika setelah asupan minum cukup, pastikan apa yang anak makan juga sehat dan mencakup diet seimbang. Ada karbohidratnya, proteinnya, sayurannya, dan buahnya. Biar dia bisa kuat menahan lapar tanpa harus diserang rasa lemas,” kata dokter Aswin.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below