Kunci Hubungan Langgeng: Saling Percaya (II)


  • Kunci Hubungan Langgeng: Saling Percaya (II)
    ilustrasi pasangan yang bisa menjaga kepercayaan satu sama lain, (Foto: freepik)

    DALAM menjaga agar hubungan langgeng, selain menjalin komunikasi, kamu juga harus bisa percaya dengan pasangan. Mungkin diawal-awal sulit, tapi ini jalan harus dijalani pasangan yang suami-istri bekerja dalam sehari-harinya. 


    Ya, dijelaskan psikolog Ajeng Raviando, M.Psi, kendala dan tantangan dari istri berkerja saat ini ialah suami yang butuh sedikit ikhlas dan percaya. Oleh karenanya. pasangan harus punya fondasi, di mana salah satu fondasinya saling percaya satu sama lain dan saling menghormati.


    “Hormat yang kaya gimana? Hormat sama pasangan apalagi terkait rutinitas. Misal, dahulu kalau pasangan mau pergi, pelukan, dan cium dulu. Nah kalau sekarang? Kita sering lupa sebagai pasangan terjebak dalam rutinitas, seperti 'Iyaudah, begitu aja setiap hari soalnya'. Nggak boleh kaya gitu,” ungkapnya dalam bincang-bincang Istri Resik, Pernikahan Harmonis yang diselenggarakan hari ini oleh Resik V Godokan Sirih di Seribu Rasa Lotte Avenue, Jakarta, 7 Mei 2018


    "Sebagai ilustrasi, kamu baru pulang kerja dan badan masih bau karena belum mandi. Kemudian cuek ‘Kayaknya kok kita jadi kurang menjaga kebersihan diri sebagai seorang istri’. Atas sikap itu, tak sedikit wanita yang berdalih ‘kan udah ada yang punya, dan suami gak complain’. Ucapan 'nggak complain' itu tuh bisa jadi awal masalah.  Karena, dalam hati siapa yang tahu? Apalagi di kantor, suami ketemu yang kinclong-kinclong,” tambahnya.


    Melihat itu semua, kata Ajeng, seharusnya wanita bisa lebih peka untuk mempertanyakan ‘ada pengaruhnya nggak sih kondisi ini dengan pasangan atau hubungan?’. Hal yang seperti itu  yang harus dijaga. 


    "Cowok itu lebih ekspresif soal kebutuhan seks. Tapi, buat wanita hal itu bisa dinomer sekian. Lantas, apa kita menolak ajakan bercinta dia atau sekalipun menerima tapi diam aja, itu sangat berbahaya.


    “Jangan sampai suami kita mikir ‘kok ya gini-gini aja, nggak ada variasi’. Akhirnya suami nggak nyaman. Ingat loh, dia di kantor ketemu yang kinclong-kinclong. Memang mau, dia nanti nyari kenyamanan di tempat lain? Kan enggak,” papar Ajeng


    Oleh karenanya, pungkas Ajeng, seks harus dijadi kebutuhan juga buat wanita. Bukan cuma rutinitas saja, biar keintiman terus terjalin.