“Seks Itu Harus Fun, Jangan Cuma Rutinitas Saja"


  • “Seks Itu Harus Fun, Jangan Cuma Rutinitas Saja
    ilustrasi wanita yang bisa menjaga kehidupan seksualnya tetap hot, (Foto: freepik)

    ZAMAN sekarang, peran seorang istri telah bergeser. Kalau dulu, mereka cenderung berada di rumah dan waktunya habis mengurus rumah tangga sambil menunggu suami pulang kerja. Tapi sekarang, rata-rata istri ikut bekerja, entah di rumah maupun kantoran. 


    Dalam kondisi itu, istri menghadapi dua isu: tidak memprioritaskan suami, dan lupa memperhatikan diri sendiri. Soal isu pertama, itu karena waktu istri terbagi karena kalau sudah jadi wanita karir ada tanggung jawab yang harus jalani. Hingga saat suami pulang ke rumah, dia sudah dalam kondisi capek. Lalu, saat melayani suami pun jadi kurang maksimal.


    Soal isu kedua, itu karena kita sudah banyak sekali yang harus diperhatikan. Efeknya, kita hanya fokus pada soal fisik, seperti sulam alis, tanam bulu mata. Hingga kita lupa menjaga yang paling basic, yakni organ kewanitaan kita. Padahal sudah atau belum menikah, organ itu adalah investasi yang dijaga. Tetapi, kita seringkali lupa.


    Dari kedua isu itu, yang wajib jadi perhatian ialah isu pertama. Psikolog Ajeng Raviando, M.Psi, menyatakan, karena biasanya stamina istri terkuras saat sudah di rumah. Hingga saat suami mengajak berhubungan seks, tak sedikit istri yang menolak,  atau sekalipun menerima ajakan tidak bergairah saat diranjang.


    Dampaknya, kenikmatan seks jadi tidak terasa bagi suami, dan suami tidak merasa dilayani. Padahal, seharusnya hubungan intim menjadi aktivitas yang membahagiakan dan ditunggu-tunggu pasangan.


    “Yang namanya sex must be fun and rude. Tapi kadang kalau orang merasa sudah punya anak, sudah nikah belasan tahu hingga mikir ‘aduh, mau apa lag sih?’. Harus diingat, seks itu bukan cuma urusan fisik. Tapi melibatkan emosional satu sama lain.


    Nah di zaman sekarang, istri itu kan sibuk kerja dan sibuk kesana-kemari, banyak wanita yang menganggap seks jadi rutinitas saja. Sementara suami mikirnya ‘ kok ya nggak ada variasi sih’. Ini bahaya sekali,” ungkapnya dalam bincang-bincang Istri Resik, Pernikahan Harmonis yang diselenggarakan hari ini oleh Resik V Godokan Sirih di Seribu Rasa Lotte Avenue, Jakarta, 7 Mei 2018


    Mengapa? Keputusan menikah itu niatnya sekali untuk seumur hidup. Tetapi kalau memandang seks cuma rutinitas, hal itu bisa membuat emosional dengan pasangan menurun. Sementara kalau ingin hubungan langgeng, kita harus menjaga atau meningkatkan gairah satu sama lain. Karena menjaga hubungan bukan cuma di awal pernikahan tapi sepanjang usia.


    Nah, kalau hubangan intim nggak dijaga tapi kita nolak dengan berbagai alasan, itu bisa membuat hubungan akhirnya jadi 'dingin'. Karena jadi dingin, akhirnya gak nyaman. Nggak ada sentuhan, belaian, dan keintiman. Nanti malah suami kita nyari kenyamanan di ‘tempat lain’, mau memang kaya gitu? Inilah yang sangat krusial dalam pernikahan," pungkas Ajeng.