Begini Agar Otak Terus Sehat, Stamina Prima & Langsing


  • Begini Agar Otak Terus Sehat, Stamina Prima & Langsing
    Foto: Qalbinur

    APAKAH kamu orang yang suka mengonsumsi karbohidrat tinggi – seperti nasi uduk, gorengan dan lontong sayur, ketoprak – saat sarapan? Atau, justru makanan tersebut sudah menjadi kebiasaan sarapan kamu?


    Bila jawabannya iya, mungkin saatnya kamu mulai memilih makanan yang lebih bergizi. Itu karena hasil survei terbaru tentang serapan sehat menemukan, orang Indonesia lebih suka makanan berkalori tinggi.




    Seperti yang kamu sudah ketahui ladies, kebiasaan mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi bisa membuat perut kamu gampang buncit, atau bahkan gemuk. Sementara kegemukan bikin orang terkena penyakit diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner.


    “survei Herbalife Nutrition menunjukkan bahwa 40 persen konsumen Indonesia menganggap karbohidrat sebagai nutrisi penting dalam sarapan. Angka tersebut sama seperti protein, di mana 40 persen menganggap protein adalah nutrisi panting untuk dikonsumsi saat sarapan.


    Faktanya makanan tradisional syarat karbohidrat (56%) dan minuman panas (41%) masih menjadi menu sarapan favorit konsumen Indonesia,” terang Andam Dewi, Senior Director & General Manager Herbalife. dalam acara Media Briefing: Survei Sarapan Sehat di Asia Pasifik (Asia Pacific Healthy Breakfast Survey), di Mulia Hotel, ruang Gerbera, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018) 


    Menurut filosofi di Herbalife Nutrition, asupan kalori untuk setiap porsi makanan seharusnya mengandung 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, 30 persen lemak, 25 gram serat dan delapan gelas air minum untuk menjaga kesehatan tubuh. 


    Untuk itu, kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk lebih mengonsumsi sarapan yang lebih sehat, yakni nutrisinya seimbang. Sebab, sarapan sehat dengan nutrisi seimbang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi kita dalam satu hari saja. Namun, dalam jangka panjang : seseorang bisa terus sehat sampai usia tua


    “Kami bersyukur bahwa masyarakat Indonesia sudah mengetahui pentingnya sarapan. Bahwa 7 dari 10 orang konsumen di Indonesia mengatakan melakukan sarapan setiap hari dalam seminggu.


    Tapi, kami juga mempercayai, sangat banyak manfaat yang akan kita dapat jika kita bisa mengonsumsi sarapan sehat secara rutin, setiap hari. Kebiasaan baik itu dapat membantu kita menjaga sistem metabolisme tubuh agar otak sehat, tubuh tetap prima dan membantu kita menjaga berat badan tetap ideal,” urainya.


    Sementara untuk kebiasaan mengonsumsi makanan tradisional di atas, Samantha Clayton, trainer kesehatan dan fitness tersertifikasi, menjelaskan seseorang harus menambah asupan protein agar menu makan syarat gizi seimbang bisa di dapatkan. 


    Selain itu, agar seseorang tidak mengonsumsi banyak karbohidrat, Samantha meminta seseorang memakai piring yang kecil. Tujuannya, agar saat menyendok nasi yang diambil tidak banyak.


    "Inilah kompromi yang bisa kamu lakukan bila kamu masih ingin tetap mengonsumsi makanan tradisional tapi tetap ada nilai gizinya. Karena saya tahu untuk mengubah pola makan harian itu butuh proses," terangnya.


    Adapun dalam mendapatkan hasil survei ini, Herbalife Nutrition mewawancarai lebih dari 5.500 responden di 11 negara Asia Pasifikyaitu; Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below