Oh, Begini Cara Mudah Menjaga Badan Agar Tidak Gemuk...



  • SELAIN berolahraga, masih banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga badan tidak gemuk. Salah satunya ialah dengan tidak pernah melewatkan makan sarapan. 


    Ya, meski terkesan sepele. Nyatanya sarapan, khususnya sarapan sehat, bisa membuat kamu kenyang dengan kalori yang masuk ke tubuh dalam jumlah relatif sedikit. Dampaknya, membuat kamu malas mengonsumsi atau membeli makanan penimbun lemak. Mulai dari aneka gorengan, makanan lemak dan makanan berkalori tinggi.




    “Sarapan sehat itu seperti apa, seseorang perlu mengetahuinya: ada protein, lemak dan karbohidrat. Karena kalau ia bisa mengonsumsi sarapan sehat sesuai rujukan, dan banyak serat. Itu akan membuatnya sulit mengonsumsi makanan berlemak – yang bikin berat badan orang gampang naik. 


    Sekarang, harus diakui banyak orang mengonsumsi goreng-gorengan, cireng dan lain sebagainya. Nah itu kalorinya tinggi dan gizi kurang,” terang Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, dokter gizi klinis dari RS. Cipto Mangunkusumo, di Jakarta, baru-baru ini.


    “Budaya makan sarapan tidak sehat yang biasanya kita lakukan ialah sering makan nasi uduk. Dalam nasi uduk itu ada bihun, dan gorengan. Nasi, bihun, dan gorengan itu yang berasal dari tepung, itu karbohidrat juga. Yang bisa memudahkan jadi gampang naik berat badannya,” tambah dokter Fiastuti.


    Apakah kamu suka melakukan itu, ladies? Semoga saja tidak, ya. Karena, dokter Fias, mengatakan, kebiasaan mengonsumsi banyak karbohidrat harus dikurangi bila ingin menjaga berat badan tetap langsing atau ideal.


    “Dan karbohidrat yang bagus dari itu ialah oat. Itu karena jenis karbohidrat oat lebih bagus dibanding nasi. Kalau serat oat masuk dalam tubuh, ia bakal diserap tubuh perlahan-lahan. Hingga insulin –yang dihasilkan dari pankreas – bisa memecah kalori yang masuk menjadi energi.


    Efeknya? Kamu selalu berenergi, tidak kalap saat makan siap dan kamu menemukan aneka makanan gorengan di depan mata kamu, kamu lebih gampang menolaknya. Karena perut masih ‘penuh’,” terang dokter Fias.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below