Ternyata Orang Kurus Juga Bisa Kena Diabetes Lho


  • Ternyata Orang Kurus Juga Bisa Kena Diabetes Lho
    Foto: Freepik

    KATA siapa hanya orang bertubuh gemuk yang bisa kena penyakit diabetes. Faktanya, orang yang bertubuh kurus juga bisa terkena penyakit diabetes.


    Ya, menurut dr. Em Yunir, SpPD, KEMD – Sekretaris Jendral Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), jika ada seorang yang bertubuh kurus tapi mengalami diabetes, lasannya ialah karena dia punya faktor genetik kuat. Sehingga membuat lonjakan gula darahnya meninggi sampai 200 mg/dl, dan akhirnya ia mengalami diabetes.




    “Orang gemuk (kena diabetes) itu resistensi insulin yang lebih dominan. Sementara orang kurus itu karena faktor genetik yang kuat. Kalau orang gemuk itu karena resistensi insulin yang tinggi, “ jelasnya di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (13/4/2018)


    Kemudian, orang kurus tersebut juga punya gaya hidupnya yang tidak sehat – makan makanan yang kurang sehat, makan terlalu banyak, jarang berolahraga, merokok, atau minum alkohol, hal itu makin meningkatkan risiko orang mengalami diabetes. Artinya, rasio untuk si orang bertubuh kurus mengalami diabetes makin cepat.


    “Bahkan kalau kondisi itu diabaikan, bisa membuatnya mengalami komplikasi di umur yang masih muda,” kata dokter Em Yunir.


    Oleh karenanya, bila seseorang sudah mengetahui bahwa dirinya punya faktor risiko diabetes, seperti punya keturunan dari keluarga dan berbadan gemuk, upayakanlah untk mulai mengubah hidup jadi lebih sehat.


    Seperti mengonsumsi makanan sehat dengan mengonsumsi lebih banyak sayur-buah ketimbang karbohidrat. Kemudian rutin berolahraga agar berat badan perlahan turun. Tersebab, penyakit diabetes kalau tidak dikelola bisa mendatangkan penyakit serius, seperti penyakit jantung, stroke, serangan jantung dan amputasi pada bagian kaki.


    “Bagi kamu penderita diabetes yang baru memulai olahraga. Kamu tidak bisa terlalu ekstrem ya, baik jenis dan durasi olahraganya. Lakukan saja jogging selama 40 menit persesi. Biar tubuh adaptasi. Dua hari kemudian mengulangi hal yang sama. Pokoknya, hitungannya, 150 menit dalam seminggu. Tinggal kamu mau membaginya jadi tiga kali atau empat kali (olahraga),” terang dokter Em Yunir.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below