Alunan Kisah Cinta Romeo & Juliet di Aula Simfonia


  • Alunan Kisah Cinta Romeo & Juliet di Aula Simfonia
    (Foto: Dok. her world)

    Pada 29 Juli kemarin, The Resonanz Music Studio bersama dengan Jakarta Concert Orchestra (JCO) yang didirikan Avip Priatna dan Toeti Heraty Roosseno, konser bertajuk “Romeo & Juliet” berhasil memeriahkan Aula Simfonia, Jakarta. Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, konser ini menghadirkan menampilkan karya dari para komposer ternama di dunia yang dilatarbelakangi kisah cinta terkenal karangan William Shakespeare.

    “The Resonanz Music Studio yang dipimpin oleh Avip Priatna merupakan musisi yang produktif dalam berkarya dan  berprestasi di luar negeri. Kompetisi-kompetisi internasional yang mereka ikuti selalu berhasil membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia. Tidak hanya paduan suara, Avip Priatna juga mendirikan Jakarta Concert Orchestra (JCO) yang bertujuan untuk memajukan musik klasik orkestra di Indonesia. Konser perayaan ulang tahun JCO yang ke-15 yang mengangkat gubahan komposer dari berbagai negara berdasarkan inspirasi kisah drama Romeo & Juliet ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi yang tidak kalah dengan negara lain, khususnya untuk bidang paduan suara dan musik,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

    Konser dibuka dengan Orchestral Prelude to Shakespeare’s Romeo and Juliet karya komposer Jerman-Swiss Joachim Raff. Dilanjutkan pula dengan penampilan mengagumkan dari violinis Finna Kurniawati dengan Bufferfly Lovers' Violin Concerto, karya kolaborasi dua komposer Tiongkok, He Zhanhao & Chen Kang.

    Kisah cinta yang dipersembahkan dalam acara ini disertakan juga dengan plot twist seperti balet Romeo & Juliet karya Sergei Prokofiev yang sempat menuai kontroversi karena memberikan akhir kisah cinta yang bahagia. Terdapat pula cuplikan opera Roméo et Juliette, karya komposer Prancis Charles Gounod dengan aria Que fais-tu, blanche tourterelle? bersama solois bersuara mezzo soprano Yasashi I Pangaribuan.

    “Konser ditutup dengan Overture-Fantasy (Romeo & Juliet) karya Pyotr Tchaikovsky. Meskipun overture berarti musik pembuka, penempatannya di akhir konser merupakan pesan bahwa cinta adalah abadi dan dirayakan secara universal,” ungkap Avip Priatna, Direktur Musik The Resonanz Music Studio.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below