Seni Pertunjukan "Kukusan Peken" di Art Jakarta 2017


  • Seni Pertunjukan
    (Foto: Dok. her world)

    Kesuksesan Art Jakarta 2017 untuk menarik perhatian para pengunjung yang mencintai seni tak ada habisnya. Tepat pada hari ketiga (29/07) art fair ini berlangsung, Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place dimeriahkan dengan seni pertunjukan yang membuat para tamu tidak dapat mengalihkan pandangannya sekejap saja.


    Memperkenalkan KitaPoleng, komunitas yang didirikan oleh Dibal Ranuh (direktur artistik) dan Jasmine Okubo (koreografer) pada tahun 2005 ini diangkat dari filosofi Bali, Rua Bhinneda. Arti dari filosofi ini adalah perbedaan yang menciptakan keseimbangan.




    Berfokus pada unsur hiburan, desain kostum, seni visual, seni tari, dan seni murni, KitaPoleng bersama Djarum Bakti Budaya Foundation mengusung tema Kukusan Peken. Arti dari kata ‘kukusan’ yaitu anyaman berbentuk kerucut untuk membuat nasi, serta kata ‘peken’ yang berarti dapur.


    Selama 20 menit sejak pukul 19.30, Jasmine Okubo menampilkan sebuah tarian kontemporer yang diadaptasi dari cerita kehidupan Ibu Made, pemilik Made’s Warung. Kegiatan Ibu Made mulai dari berangkat ke pasar hingga memasak di dapur ditampilkan secara detail lewat tarian.


    Uniknya, kisah ini mengambil latar belakang pada zaman Majapahit, didukung dengan kostum dan tampilan audio visual yang menakjubkan. Penampilan solo ini juga dibantu oleh kru yang mengatur tampilan visual, musik, dan panggung sehingga berhasil menjadi highlight di Art Jakarta 2017 malam itu.