Kala: Kolaborasi Neusa dan Purana


  • Kala: Kolaborasi Neusa dan Purana
    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)

    Label busana lokal yang identik dengan penggunaan kain wastra pada rancangannya, Neusa, berkolaborasi dengan Purana untuk menghadirkan koleksi kapsul "Kala".

    (Baca juga artikel: Kolaborasi Emily Ratajkowski dan The Kooples)

    "Kala yang artinya seni atau waktu, menjadi cerminan para Neusa women yang selalu mengapresiasi tradisi sarat seni di setiap waktu yang dimilikinya. Kultur baginya bukan hal yang kuno tapi justru esensi otentik untuk menciptakan style statement yang personal," ujar Melinda Babyanna selaku Chief Executive Officer dari Argo Apparel Group, perusahaan yang menaungi Neusa.



    Tidak hanya memiliki siluet loose dan rileks, penggunaan motif batik geometris modern dengan warna-warna seperti hitam, putih dan merah juga memberikan kesan edgy pada koleksi Kala.

    Creative Director dari Purana, Nonita Respati, mengungkapkan, "Salah satu alasan mengapa Purana menciptakan motif batik yang sangat simpel adalah agar lebih mudah diterima di dunia internasional."

    Koleksi yang tercipta dari paduan bahan linen dan batik cap yang diproses di atas kain tenun Pekalongan ini akan dipertunjukan di Pekan Mode Hong Kong yang pada tanggal 10 Juli 2017 dan langsung dibeli di situs Made Ind.


    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)


    Label busana lokal yang identik dengan penggunaan kain wastra pada rancangannya, Neusa, berkolaborasi dengan Purana untuk menghadirkan koleksi kapsul "Kala".

    (Baca juga artikel: Kolaborasi Emily Ratajkowski dan The Kooples)

    "Kala yang artinya seni atau waktu, menjadi cerminan para Neusa women yang selalu mengapresiasi tradisi sarat seni di setiap waktu yang dimilikinya. Kultur baginya bukan hal yang kuno tapi justru esensi otentik untuk menciptakan style statement yang personal," ujar Melinda Babyanna selaku Chief Executive Officer dari Argo Apparel Group, perusahaan yang menaungi Neusa.

    Tidak hanya memiliki siluet loose dan rileks, penggunaan motif batik geometris modern dengan warna-warna seperti hitam, putih dan merah juga memberikan kesan edgy pada koleksi Kala.

    Creative Director dari Purana, Nonita Respati, mengungkapkan, "Salah satu alasan mengapa Purana menciptakan motif batik yang sangat simpel adalah agar lebih mudah diterima di dunia internasional."

    Koleksi yang tercipta dari paduan bahan linen dan batik cap yang diproses di atas kain tenun Pekalongan ini akan dipertunjukan di Pekan Mode Hong Kong yang pada tanggal 10 Juli 2017 dan langsung dibeli di situs Made Ind.



    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)




    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)




    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)




    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)




    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)




    (Foto: Dok. Argo Apparel Group)





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below