Tips Mengatasi Emosi yang Berlebihan


  • Tips Mengatasi Emosi yang Berlebihan
    (Foto: milanzeremski/Shutterstock/Clickphotos)

    Secara umum, penyebab marah berlebihan adalah marah yang tertekan karena tidak bisa diekspresikan. Bisa juga disebabkan karena merasa diabaikan, tidak nyaman, dan tidak dihargai. Bahkan seringkali emosi berlebih ini justru menjadi ajang pelampiasan frustasi pada orang lain.

    Saat terlalu sibuk, kita hampir tidak memiliki waktu untuk sendiri. di mana hal ini bisa menjadi alasan frustasi dan kemarahan. Namun, alih-alih menyalurkan rasa frustasi itu, kita justru menahannya sehingga mampu membuatnya berevolusi menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

    KASUS 1



    Anda sedang berada dalam siklus menstruasi dan berubah jadi supersensitif. Anda bisa menangis kencang saat melihat seekor kucing terlantar di pinggir jalan, atau justru marah besar karena pasangan lupa memberikan kabar. Emosi naik turun ditambah perubahan fisik seperti mudah pusing dan lelah rasanya berhasil mengubah hari-hari Anda menjadi mimpi buruk.

    ATASI:

    Konsumsi suplemen seperti kalsium, magnesium, dan vitamin B untuk mencegah emosi yang meledak-ledak. Zat besi dalam brokoli juga bisa digunakan untuk mengendalikan mood sehingga Anda lebih tenang menghadapi tekanan. Zat besi ini bermanfaat untuk meningkatkan hormon serotonin.

    Solusi lain, merendam kaki. Tuangkan dua sendok garam ke dalam satu ember air hangat lalu rendam kaki Anda. Air hangat akan merangsang fungsi syaraf, meningkatkan energi, dan sirkulasi darah sehingga tubuh lebih segar dan relaks.

    KASUS 2

    Bepergian dengan mobil pribadi mungkin jadi salah satu pilihan transportasi bagi kebanyakan orang. Namun, kemacetan parah di kota-kota besar bisa membuat kegiatan menyetir jadi sangat melelahkan. Tambahan lengkingan klakson hingga angkutan umum yang berhenti seenaknya seakan bisa membuat tingkat stres Anda melonjak.

    ATASI:

    Gunakan momen macet untuk berkomunikasi dengan diri sendiri. Terapkan self talk positif yang bisa membantu Anda. Contoh self talk negatif: “ Aduh kena macet! Padahal ada presentasi di kantor. Hari ini pasti kacau”. Self talk positif: “Oke, momen macet ini akan saya gunakan untuk mengulang latihan presentasi nanti”.

    Cara lain, bernapaslah secara sadar, lalu tarik napas dalam-dalam sambil mengingat bahwa Anda menarik energi positif yang menenangkan tubuh. lalu hembuskan napas sambil mengingat bahwa Anda membuang seluruh ketegangan pikiran.

    KASUS 3

    Merasa stres akibat pekerjaan adalah hal yang wajar, apalagi jika Anda mendapat tekanan dari tugas-tugas yang tidak kunjung selesai. Namun, jika stres berkepanjangan ini dibiarkan, beban kerja yang berlebihan dan candaan rekan sekantor pun bisa sewaktu-waktu memicu amarah Anda yang tak terkontrol.

    ATASI:

    Tidur siang bisa jadi alternatif relaksasi pikiran. Ambil waktu sekitar 15 menit untuk memejamkan mata saat istirahat makan siang. Selain mengisi energi baru, tubuh Anda juga akan merasa lebih segar.

    Faktor lain yang bisa memicu stres di tempat ekrja adalah lingkungan pekerjaan. Bekerja dengan orang lain artinya Anda harus bisa menahan diri dan tidak egois. Belajar untuk mengalah dan jangan memaksakan kehendak Anda. Dengan begitu, pertengkaran tidak penting di tempat kerja pasti bisa dihindari.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below