Cara Menghadapi Politik Kantor dengan Bijaksana


  • Cara Menghadapi Politik Kantor dengan Bijaksana
    (Foto: lipik/Shutterstock/Clickphotos)

    Bayangkan saja ketika kehidupan ala drama Gossip Girl terjadi di kantor, seperti itulah gambaran kasar dari permainan politik di dalam perusahaan.

    Lynne Roeder, Managing Director of Hays di Singapura, memberikan definisi sederhana berupa strategi politik yang dilakukan untuk menangani konflik di perusahaan, permainan kekuasaan, dan relasi yang kuat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan dukungan. Tidak ada salahnya berjuang untuk maju, namun sebuah pendekatan akan membuat semuanya berbeda.

    1. Mengetahui poros kekuasaan yang sesungguhnya.



    Walau atasan Anda memiliki wewenang secara keseluruhan, siapakah aktor lain yang juga memiliki peran penting? “Ketika Anda mengetahui siapa jaringan informal dalam perusahaan dan siapa pemimpinnya, binalah sebuah hubungan baik dengan mereka yang memiliki pengaruh terbesar,” ungkap Elin Wong, perekrut. Namun jangan sampai berpihak, karena Anda akan terjerat dalam manipulasi permainan kekuasaan.

    2. Hindari ucapan negatif akan situasi kepemimpinan.

    Menurut Hazel Toh, akuntan, jika selalu mengeluh akan situasi politik kantor, Anda akan memicu sebuah konflik. Daripada mengomel, anutlah sikap talk less and do more yang membuat Anda dipercaya untuk menyelesaikan masalah. Lynne menambahkan, “Hati-hati dalam berucap dan bertindak, khususnya saat menghadiri pertemuan informal di mana alkohol berbicara.” Konsisten menjadi kunci untuk mendapatkan dukungan penuh dari rekan kerja Anda.

    3. Keluarkan suara Anda dengan bertanya.

    Tetaplah menghargai ide kolega lain meski Anda tidak sependapat dengannya. Jika ingin mengeluarkan suara, lontarkan sebuah pertanyaan halus tentang ide yang disuguhkan, sesuai saran Femke Hellemons, Country Manager of Adecco Singapore. “Dengan bertanya, Anda akan menghindari risiko persaingan dengan rekan kerja,” tambah Famke. Bantulah mengembangkan ide-ide mereka, dan buktikan kredibilitas Anda sebagai team player.

    4. Buat diri Anda terlihat di depan mereka.

    Untuk mencapai kedudukan yang tinggi, Anda harus melakukan lebih dari apa yang diharapkan. Namun, lakukan dengan pendekatan yang halus daripada blakblakan dalam bersikap. “Kumpulkan saran dan suara dari rekan yang memiliki ‘posisi’ untuk mendukung proyek Anda. Hal ini merupakan cara agar Anda dapat diingat sebagai pribadi yang positif oleh mereka yang berpengaruh di perusahaan,” saran Femke.

    5. Mendengarkan.

    “Pahami situasi di area kerja dengan cara mendengar, serta tetap menjadi pribadi yang ramahdan positif,” ungkap Lynne. Namun jangan hanya menjadi pendengar, turut sertalah berempati dengan para kolega serta berikan tanggapan yang tulus jika memungkinkan. Jangan sampai mengkhianati keseriusan mereka, karena reputasi yang Anda bangun bisa saja anjlok seketika.