Cara Menghadapi 7 Karakter Buruk Pria


  • Cara Menghadapi 7 Karakter Buruk Pria
    (Foto: Ollyy/Shutterstock/Clickphotos)

     

    Hubungan harmonis dan awet tak mungkin terjadi tanpa adanya peran Anda dan pasangan. Maka dari itu, sangat penting untuk menemukan sosok pasangan yang tepat atau setidaknya mengetahui tipe-tipe pria yang sebaiknya Anda hindari.

    Namun, jika Anda terlanjur masuk dalam perangkap cinta yang berbahaya, her world juga menyiapkan amunisi ampuh untuk menghadapinya. Selamat mencoba!

    1. Mudah Emosi

    Hadapi dengan mengajaknya bicara dari hati ke hati. Namun, pastikan Anda melakukannya setelah emosi pasangan menurun. Atur intonasi suara Anda agar lebih halus dan lembut.

    Utarakan rasa peduli, unek-unek, perhatian, dan solusi atas masalah yang membuat diri pasangan emosi. Melihat sikap Anda yang tulus, secara perlahan amarahnya akan mereda dan ia pun bisa lebih berkomunikasi dengan kepala dingin.

    2. Boros

    Tipe ini tak bisa mengatur keuangannya sendiri, apalagi mengatur keuangan keluarga nanti. Bujuk pasangan untuk membuat sistem penarikan otomatis. Mintalah bank Anda dan pasangan untuk menarik jumlah tertentu dari pendapatan dan menempatkannya ke dalam rekening tabungan secara otomatis setiap bulan.

    Hal ini akan membantu pasangan untuk memahami bahwa uang tak harus dihabiskan setiap saat. Bantu juga pasangan dengan mengajaknya membuat anggaran kecil yang memperlihatkan kewajiban finansialnya setiap bulan.

    3. Pencari Kesalahan

    Duduklah bersama dan bicarakan semua masalah yang penting dan tidak penting. Hadapi sikap pasangan yang menyebalkan ini dengan sabar. Buat si dia mengerti bagaimana perasaan Anda dan orang lain jika ia terus melakukan sifat buruknya tersebut.

    Tanya keinginan pasangan agar ia tak terus mencari-cari kesalahan orang lain. Anda juga bisa membuat perjanjian untuk tidak saling melanggar dan mengulangi kesalahan tersebut.

    4. Pencari Keuntungan

    Mereka biasanya sangat pintar memanipulasi orang lain. Beranilah mengatakan “Tidak”. Respon paling sederhana adalah dengan menolak keinginan pasangan yang memang Anda rasa tidak masuk akal.

    Tidak selamanya Anda harus terus memenuhi semua permintaannya, apalagi jika keinginan tersebut bisa merugikan Anda atau pun orang lain. Tak perlu berikan alasan detail mengapa Anda menolaknya, cukup katakan, “Tidak”, dan tinggalkan si dia.

    5. Selalu Membandingkan

    Beri pengertian bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Mungkin ibunya memang jago urusan masak atau melakukan tugas rumah tangga lainnya, namun utarakan bahwa Anda juga pintar mengurus keuangan keluarga dan anak-anak.

    Jangan pernah bpsan memberikan pengertian ini pada pasangan. Jika ia masih tak acuh, Anda bisa memberikan peringatan yang lebih keras.

    Meski begitu, Anda juga bisa mengambil nilai positifnya. Jika sosok yang dibandingkan memang baik secara obyektif, Anda bisa mencontoh kelebihan yang dimiliki orang tersebut. Anggap saja sebagai sebuah usaha untuk memperbaiki kualitas diri.

    6. Pembohong

    Kumpulkan semua bukti kebohongannya. Dengan begitu, ia tak akan bisa mengelak saat Anda menegurnya. Gunakan sikap frontal saat Anda menegurnya, hal ini bisa membuat pasangan terkejut dan tak mengulangi lagi kebiasaan buruknya karena merasa Anda lebih “pintar”.

    Meski begitu, sebelum Anda melakukan semua aksi konfrontasi, selidiki alasan pasangan membohongi Anda. Mungkin saja di balik kebohongan tersebut, ada alasan penting yang disimpannya.

    7. Terlalu Mengatur

    Memiliki pasangan yang selalu mengatur Anda tentu rasanya tidak menyenangkan. Kecuali Anda memang suka diatur, Anda pasti merasa berada dalam hubungan yang dikekang dan sulit mendapatkan ruang gerak.

    Hadapi dengan tampil apa adanya. Tipe pria yang control freak biasanya akan meminta Anda untuk mengubah sikap, penampilan, dan lainnya. Padahal, alasan sebenarnya adalah karena ia merasa khawatir Anda terlihat lebih “menonjol” dibanding dirinya.

    Terdengar klise? Memang. Namun, lelaki tipe ini sengaja memposisikan Anda agar ia menjadi pusat perhatian. Saat Anda “keluar” dari keinginannya, ia akan mulai mengatur Anda. Utarakan ketidak-nyamanan Anda dan jadilah apa adanya.

    Jika Anda seorang yang tomboi, jangan berubah feminin hanya karena keinginannya. Seperti kata Isyana Sarasvati, just keep being you.

  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Sabai Dieter Mei 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles