Dionisius Danubiyan Narendra & Yudith Natalia Kindangen


  • Dionisius Danubiyan Narendra & Yudith Natalia Kindangen
    (Foto: Dok. Davy Linggar & Terralogical)

    Childhood sweetheart

    Kami bertemu di SD Tarakanita 1 dan menjadi teman sekelas selama enam tahun. Namun yang paling membuat kami saling mengenal satu sama lain yaitu ketika duduk bersama saat kelas lima. Kami pun menjadi lebih dekat dan sering bermain bersama. Menginjak kelas dua ke kelas tiga di SMP Tarakanita 5, Biyan pindah sekolah ke Australian International School. Setelah itu, dia mulai mendekati saya dan mengajak pergi berdua. Tepat jam 12 malam pada tanggal 10 Agustus 2004, Biyan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya lewat telepon. Dari situ lah kami mulai menjalin hubungan yang seringkali putus-nyambung.



    A touch of rustic elegance

    Warna-warna netral merupakan favorit kami. Saya suka dengan ragam warna ivory atau beige dan Biyan menyukai warna seperti abu-abu. Jadi perpaduan warna ivory, palest shade of blush, shades of grey, antique gold, hints of dark berry menjadi dominasi warna pada dekorasi. Terinspirasi dari keindahan Amanusa yang begitu elegan, dipadu beragam elemen seperti bunga kering. kaca/ acrylics, lilin & candelabras, branches, subtle ethnic pattern, soft silk, antique gold/brass. Perpaduan tersebut menghasilkan impresi yang magical!


    Graceful and dignified

    Busana saya adalah rancangan Saptodjojokartiko denganmModel two pieces: long top dengan buntut berwarna abu-abu yang berhiaskan taburan Swarovski yang dipadankan bersama rok tulle panjang warna beige. Sementara Biyan memakai suit yang terdiri dari vest dan jas warna abu-abu dengan dasi kupu-kupu berwarna perak.


    Feel the jazz

    Kami begitu picky dalam menentukan band apa yang tepat untuk mengiringi resepsi pernikahan kami. Terutama band-band yang ada di Bali itu bisa dibilang sedikit yang memiliki suara penyanyi lantang karena kebanyakan beraliran akustik. Kemudian wedding organizer kami memberi referensi band jazz asal Yogyakarta, Everyday Band. Setelah mengecek dan mendengarkan portofolionya melalui YouTube, kami suka banget. Untuk pilihan lagu-lagunya, Everyday band mengirimkan terlebih dulu daftar lagu untuk wedding, lalu kami berdua yang pilih sendiri lagu-lagunya dalam versi jazz.


    Full of games

    Kami memang memilih rangkaian acara yang intim dan kami begitu kenal dengan karakter para undangan. Jadi sebisa mungkin acaranya harus seru dan lebih kasual, seperti adanya gate-crash game saat Biyan dan groomsman mau menjemput saya namun dikerjai terlebih dahulu oleh para bridesmaids. Saat makan malam, ada surprise dance dari bridesmaids yang berujung mengajak saya untuk dance bersama di depan keluarga dan semua undangan. Ada juga shoe games yang berisi pertanyaan untuk saya dan Biyan. Karena kami sudah pacaran selama 13 tahun, pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh kakaknya Biyan, orang terdekat kami dan dibuat tanpa sepengetahuan kami, membuat acara semakin seru dan membuat orang lain penasaran dengan jawaban-jawabannya. Setelah itu adalah chair games untuk para tamu yang sangat mengundang tawa karena kelakuan-kelakuan para persertanya.


    Venue: Amanusa Resort, Bali

    Busana: Saptodjojokartiko

    Make up & hair do: Priscilla Myrna

    Wedding organizer: Luxury Weddings Indonesia

    Catering: Amanusa

    Kue pengantin: Butter Bali

    Florist & Dekorasi: Tea Rose

    Undangan: Design & Calligraphy by Veronica Halim

    Printing: Papillon

    MC: Cici Panda

    Fotografi: Davy Linggar & Terralogical

    Videografi: David Salim Team 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below