Pameran Seni Underground “Rise & Grind” Perdana ARTOT



  • Pada tanggal 19 Agustus 2016 lalu, ARTOTEL Thamrin – Jakarta untuk pertama kalinya menyelenggarakan pameran seni dengan mengusung seni underground yang edgy dan ekstrem.

    Dengan tema “Rise & Grind”, pameran ini melibatkan sekelompok seniman muda yang berangkat dengan ambisi kuat dengan sifat yang keras dan tangguh yaitu Studio Asylum.

    Studio Asylum menggunakan karya dengan warna-warna cerah dan eksentrik. Selain itu karya-karya didalam pameran “Rise & Grind” ini banyak menggunakan pola yang ekspresif.



    Hasil karya mereka terinspirasi dari beberapa seniman luar antara lain William Blake, Alex abu-abu, Alfred Kubin, Zdislaw Beksinki, juga Dan Mumford, Carlos Torres, Francisco Goya ke Edgar Allen Poe.

    Pada pameran ini seniman-seniman yang tergabung antara lain, Safrie Effendi (afeffendi), Danang Prihantoro (@Unboundkill), Mikhaela Cherry Virginia (@mikhaelacherry).

    “Melalui pameran “Rise & Grind” bersama Studio Asylum ini, masyarakat dapat melihat bahwa seni underground dan street art merupakan dua genre besar seni lukis. Selain itu kami ingin kegiatan ini menjadi sebuah wadah berkumpul dalam mengkesplorasi seni,” ujar Safrie Efendi dengan penuh semangat.

     

    (FOTO: DOK. RISE & GRIND)


    Pembukaan acara pameran seni "Rise & Grind"


    0

    Suasana pameran yang padat


    0



  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa Cover Agustus 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below