Selingkuh Bisa Selamatkan Pernikahan?



  • Ya, kecuali Anda adalah penganut polyamory, kami pun sama terkejutnya. Pernikahan seharusnya bersifat monogami dan perselingkuhan adalah hal tercela, bukan?

    Belum tentu. Menurut penulis blog, Psychology Today, Michael J. Formica, berselingkuh dapat membantu hubungan Anda. Michael kemudian membagi perselingkuhan ke dalam 4 jenis:

    Perselingkuhan obyek

    Pasangan mengabaikan hubungan Anda demi fokus ke hal lain seperti pekerjaan, video game, atau obsesinya untuk memajukan komunitas bola favoritnya (ehem...).

    Perselingkuhan seksual

    Sesuai dengan judulnya. Dua orang dewasa menyewa kamar murah hanya untuk berhubungan intim. Namun, bukan kedekatan emosional. Perselingkuhan seksual hanya sebatas fisik, tidak lebih.

    Perselingkuhan emosi

    Saat tak ada aktivitas fisik yang dilakukan, tapi banyak perasaan yang muncul. Contoh, Anda menghabiskan lebih dari 2 jam untuk bertukar cerita Snapchat atau sekadar “curhat” bersama pria yang bukan pasangan Anda. Hal ini jelas tak akan berdampak baik bagi hubungan utama Anda.

    Perselingkuhan sekunder

    Inilah bentuk perselingkuhan paling klasik, dimana Anda memadukan perselingkuhan jenis seksual dan emosional. Dan menurut Michael, perselingkuhan jenis inilah yang bisa memperbaiki pernikahan Anda.

    Pertama, Michael mengungkapkan bahwa perselingkuhan dapat menambah bumbu dalam hubungan yang hambar. Sesuatu yang basi akhirnya bisa mendapatkan rasa baru.

    Kedua, jika Anda (atau pasangan) berselingkuh, tandanya Anda merindukan sesuatu yang telah lama hilang dalam hubungan. Jika Anda bisa menganalisis perselingkuhan tersebut, Anda bisa menemukan sumber masalah utama dalam hubungan dan menyelesaikannya.

    Terakhir, kita cenderung memiliki jenis hubungan yang sama, setiap saat. Namun, perselingkuhan bisa dibilang cukup berbeda. Menurut Michael, perselingkuhan bisa menjadi barometer akan apa yang sebenarnya kita butuhkan dan inginkan dalam sebuah hubungan.

    Mungkin kini Anda berpikir bahwa ini hanyalah alasan kosong demi melegalkan perselingkuhan. Namun bagi Michael, “keuntungan” berselingkuh tentu bukan soal sikap selingkuh itu sendiri atau kemungkinan terciptanya rasa sakit hati.

    Keuntungan yang dimaksud adalah jika kita bisa menilai dan menelaah masalah dalam hubungan dengan cara yang jujur dan eksperimental, mungkin kita bisa lebih cepat melakukan perubahan demi memperbaiki hubungan utama.

    Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah pengkhianatan nyatanya bisa berdampak baik? Atau rasa sakit hati yang mungkin akan datang setelahnya malah membuat hubungan Anda jadi lebih buruk?

     

    (FOTO: PHOTOGRAPHEE.EU/SHUTTERSTOCK)

  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Sabai Dieter Mei 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles