Cara Memulai Percakapan Soal Pernikahan ke Pasangan


  • Cara Memulai Percakapan Soal Pernikahan ke Pasangan
    Foto: Dok. Peter Bernik/Shutterstock

    Sebagai perempuan kita cenderung menunggu pasangan untuk melontarkan ajakan menikah. Namun sebenarnya perbincangan mengenai pernikahan adalah hal yang krusial dalam sebuah hubungan, bahkan jika belum bertunangan. Hal ini akan menjadi tolak ukur apakah Anda dan pasangan memiliki visi sama tentang hubungan yang dijalani.

     

    Jika Anda masih ragu dan takut membuat hubungan menjadi lebih awkward apabila mengangkat topik tentang pernikahan terlebih dahulu, berikut tips yang bisa Anda ikuti untuk membuat pembicaraan mengalir lebih lancar.



     

    Lakukan saat Anda merasa tenang

    Walaupun Anda sudah lama memendam pertanyaan tentang kapan akan menikah, jangan sampai stres dan kekesalan yang dialami menjadi pemicu untuk memulai pembicaraan ini. Mood yang jelek akan memperkeruh percakapan Anda selanjutnya.

     

    Mulai dengan sebuah pembicaraan, bukan pertanyaan

    Hindari menembaknya dengan pertanyaan seperti “jadi kapan kita menikah?”, atau “kapan kamu akan  melamarku?”. Lebih baik mengutarakan perasaan dalam percakapan, ungkapkan gambaran masa depan seperti apa yang Anda inginkan. Ini merupakan moment of truth untuk Anda berdua. Jika si dia menginginkan hal yang sama, tentu ia akan menanggapinya dengan baik, namun jika ia mengingnkan hal lain, maka saatnya mencari solusi untuk hubungan ini.

     

    Hindari menjadikannya sebagai sebuah ultimatum

    Menyampaikan bahwa pernikahan adalah tujuan Anda dalam hubungan ini merupakan hal yang patut diutarakan, namun hindari menjadikannya sebagai ultimatum. Jika pasangan belum juga menyatakan komitmen untuk menikah, bukan berarti dirinya tidak menginginkan hal tersebut. Kemungkina ia hanya membutuhkan ekstra waktu agar benar-benar siap baik secara mental maupun finansial ketika meminta Anda untuk menjadi istrinya. Jika ini memang benar-benar menjadi alasannya, tak ada salahnya memberinya toleransi waktu asalkan ia meyakini Anda bahwa pernikahan memang hal yang sedang berusaha ia capai. Jangan menjadikan ketidaksiapannya sebagai alasan untuk memutuskan hubungan secara sepihak.

     



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below