Ini Dia Alasan Anda Masih Jomblo



  •  "Mengapa belum ada lelaki yang jatuh cinta kepadaku?" Pertanyaan ini menghantui bahkan wanita paling percaya diri sekali pun, jadi jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Pertanyaan ini juga biasanya muncul ketika Anda sudah menghabiskan waktu tertentu keluar-masuk hubungan yang selalu gagal hingga mencapai titik di mana Anda merasa ingin menyerah dan tak percaya lagi akan cinta. Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Anda bertanya-tanya mengapa Anda masih jomblo atau single:

    • Anda masih ragu untuk berkomitmen

    Sebesar apa pun keinginan Anda untuk berkomitmen dengan seorang pria yang baik hati, Anda mungkin saja kesulitan untuk keluar dari zona nyaman Anda sebagai jomblo. Ya, tentu Anda akan protes bahwa Anda tak merasa nyaman sebagai jomblo, tapi kenyataannya adalah manusia sering mencari situasi yang familier bagi dirinya. Nah, sikap ini akan menghambat Anda untuk berani mengambil risiko emosional yang dibutuhkan untuk membuat seorang pria mendekati Anda dan jatuh cinta dengannya. Dan, jika terus dibiarkan, Anda akan menemukan berbagai excuses dan menyalahkan orang lain (contoh: "semua pria jahat", "tak ada yang mengerti saya", dan lain-lain) atas situasi Anda.

    • Anda lebih mementingkan "mendapatkan pria" daripada "mencari kebahagiaan"

    Mungkin terdengar klise, tapi pernyataan bahwa Anda tak bisa bergantung pada orang lain untuk bahagia, benar adanya. Jika Anda termasuk wanita dengan sikap negatif yang selalu melihat hal-hal buruk dalam hidup, maka tak akan ada yang berubah meski nanti Anda sudah menemukan Mr. Right sekali pun. Memang, di awal hubungan Anda akan merasa bahagia dan dalam fase "bulan madu", tapi setelah Anda bisa melihat pasangan Anda sebagai pria seutuhnya dengan segala kekurangannya, Anda tak akan lagi mendapatkan "happiness fix" Anda. Sikap negatif Anda akan kembali, and you'll be back to feeling miserable again.

    • Anda tak cukup menghargai diri sendiri untuk membuat batasan

    Setiap hubungan yang Anda masuki membutuhkan batasan. Baik bila itu atasan, dokter, atau ibu Anda, selalu ada "peraturan" tak tertulis yang menjadi fondasi dari setiap hubungan tersebut. Jika Anda membiarkan orang lain - terlebih pria - melanggar aturan yang Anda buat agar bisa merasa aman dan dicintai, akhirnya Anda akan menyalahkan diri sendiri. Intinya, jika Anda tak menetapkan standar yang Anda butuhkan dari suatu hubungan, maka Anda akan selalu dimanfaatkan orang lain.

     

    (TEKS: ANGGITA DWINDA / FOTO: BERBAGAI SUMBER)