Deteksi Dini Kanker Prostat



  • Keganasan yang tidak memiliki gejala khas inilah yang mengakibatkan sebagian bear penderita kanker prostat mengabaikan penyakit merekadan kali berkonsultasi ke dokter pada saat penyakit mereka sudah memasuki stadium lanjut di mana kanker sudah menyebar ke tulang, terutama tulang panggul dan tulang belakang. "Penyebaran ke tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehinga mudah mengalami fraktur (patah tulang). Setelah kanker menyebar biasanya penderita akan mengalami anemia. Kanker ini pun dapat menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya. Pada tahap ini, risiko terjadinya kematian sangat tinggi," ujar Prof. dr. Rainy Umbas, PhD, SpU, spesialis bedah urologi.

    Oleh karena itu, saran Prof. Rainy, "Laki-laki dengan riwayat keturunan (terdapat keluarga yang menderita penyakit serupa) dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan deteksi dini sejak usia 40 tahun melalui pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination). Melalui deteksi dini, angka harapan hidup penderita kanker ini dapat meningkat hingga 60%. "Ditegaskan Dr. dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, pakar onkologi medik senior Universitas Indonesia, "Menimbang berbagai tindakan dan pengobatan yang harus dijalani oleh penderita kanker prostat, deteksi dini merupakan opsi yang lebih baik untuk mencegah keterlambatan dalam menemukan kanker ketika sudah stadium lanjut."

     



    (TEKS: LENNY SITUMEANG / FOTO: DOK. HER WORD)