Festival Budaya Sei Mahakam Digelar di Jakarta


  • Festival Budaya Sei Mahakam Digelar di Jakarta

    Berubahnya kondisi alam dan peradaban sosial turut mempengaruhi kehidupan masyarakat di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kehidupan sehari-hari yang mulanya berorientasi pada sungai, kini beralih ke darat. Begitu juga beberapa kebiasaan, kehidupan sosial, adat istiadat, dan budaya lokal yang bergeser dan semakin terpinggirkan. Untuk itu, perlu upaya mempertahankan dan terus melestarikan kearifan budaya lokal setempat agar dapat terus dinikmati oleh generasi penerus bangsa.

    Lewat semangat ini, Yayasan Total Indonesia bekerjasama dengan Bentara Budaya Jakarta menggelar Festival Budaya Sei Mahakam. Pameran ini akan memperlihatkan tiga warisan kebudayaan di Kalimantan Timur, yaitu Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Suku Pedalaman (Suku Dayak), dan Suku Pesisir (Suku Kutai). Meski berdekatan, ketiga budaya tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dan meninggalkan berbagai benda sejarah yang beragam.

    Budaya pesisir Sungai Mahakam ini memang semakin pudar seiring dengan kemajuan bangsa. Mudahnya akses menuju dunia luar tak serta merta membawa dampak positif bagi kelestarian budaya bagi masyarakat ini. Hal ini belum mencakup seni pertunjukan seperti Tari Jepen, Tari Dayak, upacara adat keraton, dan teater rakyat seperi Mamanda yang semakin kehilangan peminat. Seni pertunjukan ini seakan hanya ditampilkan pada saat upacara-upacara daerah saja. Bahkan, teater rakyat Mamanda terpaksa hanya meninggalkan satu kelompok pemain yang aktif, itupun mereka harus membiayai pementasan mereka sendiri.



    Melalui Festival Budaya Sei Mahakam yang akan berlangsung selama 10 hari mulai hari ini, masyarakat diajak untuk menyaksikan suasana Keraton Kutai Kartanegara, peragaan busana Keraton Kutai Kartanegara, peragaan upacara adat dan tari-tarian, penampilan teater Mamanda, pameran kerajinan anyaman, tur virtual Sei Mahakam serta demo masak makanan khas Kutai dan Dayak.

    Festival Budaya Sei Mahakam akan berlangsung mulai tanggal 6-16 November 2014 di Bentara Budaya Jakarta dan terbuka gratis untuk umum. Acara ini berlangsung dari pukul 10.00-18.00 setiap harinya.




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below