Perlukah Lakukan Digital Detoxing?



  • Facebook, Twitter, Instagram, Path... Begitu banyak jenis social media yang bisa jadi pilihan Anda untuk berbagi informasi tentang kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. But when does it become too much?

     

    Ada perbedaan antara 'sharing means caring' dengan 'sharing means bragging', dan seringkali social media jadi sarana yang sangat pas untuk eksibisi diri. Ketika kita post foto diri sedang berolahraga, apakah motivasinya "penyemangat - supaya followers hidup sehat juga" atau "biar semua orang tahu betapa seksinya badan saya"? Ini semua sebetulnya berhubungan dengan seberapa besar tingkat kebutuhan eksistensi seseorang. Menurut Karlinawati Silalahi, M. Si., Psikolog, "Secara psikologis, eksibisi di social media tergolong tidak sehat karena dampaknya sering merugikan diri sendiri. Keuntungannya adalah memuaskan kebutuhan eksistensi seseorang." Ia pun melanjutkan, "Ada batasan psikologis dan setiap orang tentunya punya batasan yang berbeda-beda."



     

    Mungkin Anda situasinya berbeda. Mungkin yang perlu Anda lakukan hanyalah digital detoxing hanya untuk beberapa hari saja. Atau mungkin dengan tidak menyentuh social media dalam jangka waktu yang signifikan, Anda akhirnya punya waktu untuk menulis buku yang selama ini diimpikan, mencoba resep masakan, mencoba kebiasaan baru, atau membaca buku-buku yang selama ini hanya tersusun rapi di lemari.

     

    (Larasati Silalahi / FOTO: Dok. her world)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa Cover Agustus 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below