DUNIA FILM, DUNIA MOULY



  •  

    Mempelajari sastra di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia malah membuat Mouly Surya, 32, tersadar bahwa film adalah dunianya. Ia berhasil membuktikan hal tersebut dengan sejumlah penghargaan yang diraih.

     



    Akhir-akhir ini namanya semakin sering terdengar. Sebut saja film berjudul What They Don't Talk About When Talk About Love, yang menjadi film Indonesia pertama yang berkompetisi di Sundance Film Festival 2013. Tak hanya itu, film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ayushita tersebut juga meraih NETPAC Prize untuk kategori film Asia Pasifik di International Film Festival Rotterdam 2013 dan mewakili Indonesia di Hong Kong International Film Festival ke 37 tahun 2013 dalam kategori Young Cinema Competition. Belum lagi penghargaan yang ia sabet melalui Fiksi, film pertamanya.

    Bagi Mouly, sinema berhasil melampaui hambatan bahasa yang dimiliki oleh karya sastra. “Sastra bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipelajari, apalagi saat itu saya harus mempelajari sastra dalam Bahasa Inggris. Sebaik apapun kemampuan saya berbahasa Inggris, saya tetap harus berkompetisi dengan mahasiswa lain yang memang terlahir dengan bahasa tersebut. Di kemudian hari saya bertemu dengan sinema, yang saya lihat mampu menghadapi berbagai hambatan bahasa. Apa yang terjadi di tahun akhir perkuliahan saya itu, ternyata berhasil memikat perhatian saya hingga sekarang,” tutur perempuan Indonesia pertama yang sukses meraih Piala Citra kategori sutradara terbaik di tahun 2008 tersebut.

    Setelah momen itu, ia pun mengambil kuliah S2 jurusan perfilman di Gold Coast Bond University, Australia. Lalu di Jakarta, ia mulai menekuni dunia perfilman dengan magang sebagai asisten sutradara di berbagai produksi film, baik layar perak maupun film televisi. "Saya membuat film untuk sebuah pemirsa dan ternyata pemirsa itu ada. Saya ingin membuat film yang bisa diingat, walaupun mungkin mereka tidak menyukainya,” tutur Mouly yang juga mengajar perfilman di Bina Nusantara University.

     

    Modal utama sutradara

    Memiliki ilmu, kemampuan untuk memimpin, mempunyai kepribadian karena biar bagaimanapun kepribadian itu nantinya akan terlihat melalui setiap karya-karya yang dibuat. Selain itu, jadilah orang baik supaya kebaikan juga datang kepada kita.

     

    Tentang disabilitas

    Saya mempunyai saudara yang tuna netra dan dulu ia tinggal di rumah kami. Hubungan kami cukup dekat dan saya sering mengantarnya ke asrama. Melalui film What They Don't Talk About When They Talk About Love, saya ingin memanusiawikan mereka, bukan meromantisasi meski film ini adalah film romantis.

     

    Makna sebuah penghargaan 

    Penghargaan mampu memberi hidup ke film-film yang saya buat. Hal ini sejalan dengan apa yang saya inginkan saat saya memulai pembuatan suatu film. Saya ingin film-film saya bisa hidup lebih lama.

    (Oleh Theresia Junita Christy/ Foto Juan Constantine/ Pengarah Gaya Maureen Lim/ Tata Rias Wajah dan Rambut Geraldine Temansja 081282353587/ Busana Diane von Furstenberg)

    Tags: mouly surya



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below